Tanaman Kenaf. ( ktc )

Prospek Bagus, Disbun Kuansing Berupaya Kenalkan Tanaman Kenaf Pada Petani

Minggu,26 April 2014 - 10:00:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...


PEKANBARU- Tanaman kenaf dinilai bisa menjadi komoditi andalan baru petani di Kuansing. Karena Kenaf mempunyai harga yang bagus dan seluruh unsur tanaman bisa dimanfaatkan. Namun Karena komoditi baru , Dinas Perkebunan Kuansing akan melakukan pilot project sebelum benar-benar dikenalkan kepada masyarakat.

“ Kita coba tanam secara terbatas terlebih dahulu, jika sukses nanti baru Kita program untuk disalurkan kepada masyarakat, kalau langsung disebarkan ternyata tidak cocok nanti warga akan komplain kepada Kita, ”ujar Kadis Perkebunan Kuansing, H Wariman, DW, SP, MM yang ditanya wartawan, Kamis ( 25/4/2014 ).

Menurut Wariman prospek tanaman ini sangat besar. Karena seluruh unsur tanaman Kenaf bisa dimanfaatkan, mulai dari batang, kulit, daun, hingga akar. “ Kulit kenaf dapat dijadikan dashboard mobil, tali, pita, bahan tekstil,”ujarnya.

Adapun batangnya beber Wariman dapat dijadikan bahan asbes, gypsum, panel, batu bata, air rendaman kulit dapat dijadikan pakan ikan, dan daun dijadikan pakan ternak. “Bagian akar akan menjadi humus penghasil nitrogen yang lebih kuat dari tanaman lainnya,”katanya.

Selain prospek usaha yang cerah ujarnya, produksi tanaman Kenaf juga cukup mudah, karena dapat dilakukan dimana saja. “ Di halaman pekarangan bisa, apalagi diareal khusus untuk tanaman ini akan lebih baik, biaya perawatan cukup murah tidak memerlukan pupuk yang banyak, cukup dipupuk tahap pertama saja sudah itu bisa dibiarkan,”ujarnya.

Masa panen tanaman Kenaf ujarnya juga tidak lama. Mulai dari penanaman hingga panen hanya membutuhkan waktu tiga bulan. “ Dari hasil pengalaman petani Keraf di daerah lain produksinya 2 ton per hektar. Jika dihargai Rp. 5.000 per kilogram, maka petani akan mendapat omzet Rp10 juta per hectare dalam tiga bulan, ini prospek yang menarik sekali," ujarnya.

Upaya Disbun Kuansing ujarnya mengenalkan tanaman ini kepada petani seperti petani karet agar dapat menjadi sumber mata pencaharian mereka saat tanaman karet mereka direplanting atau dibangun kembali. “ Menunggu karet dapat disadap, petani tidak kehilangan pendapatan. Kan karet besarnya cukup lama 6 tahun sebelum bisa disadap,”ujarnya.

Prospek keberhasilan tanaman ini ujarnya cukup baik. Buktinya di Mentulik Kampar Kiri saat ini warga setempat bekerjasama dengan perusahaan bapak angkat melakukan penanaman 1000  hektare tanaman Kenaf ini. “ Namun demikian Kita berusaha melakukan percontohan terlebih dahulu sebelum dikenalkan kepada masyarakat,”ujarnya. ( utr  )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT