Demo, Mahasiswa Minta Kampus Baru Uniks Difungsikan

Rabu, 18 Desember 2019 | 03:56:00 WIB
Mahasiswa Uniks demo di gedung DPRD Kuansing

TELUK KUANTAN – Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Uniks melakukan unjuk rasa di Kantor DPRD Kuansing, Selasa (17/12/2019).

Salah satu tuntutan mereka agar lembaga legislative ini mendorong pemerintah daerah segera memfungsikan kampus baru Uniks.  Sambil membawa spanduk bertuliskan "Gedung Megah Uniks Untuk Siapa?", mahasiswa berorasi di depan pintu masuk Kantor DPRD.

Tak lama kemudian kedatangan mereka disambut Wakil Ketua II DPRD Kuansing Juprizal, anggota DPRD Kuansing Syafril dan Aswirmar.

Dihadapan wakil rakyat ini, Presiden Mahasiswa Uniks Bov Nopri Yarko Alkaren menyampaikian kedatangannya bertujuan agar DPRD Kuansing memperhatikan kondisi kampus kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut. Karena itu mahasiswa mendesak agar DPRD secepatnya mendorong Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi untuk memfungsikan gedung baru Uniks.

" Kami ingin DPRD mendesak pemerintah agar gedung baru bisa segera digunakan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, para mahasiswa tersebut juga meminta DPRD Kuansing dan Pmekab Kuansing agar insfrastruktur jalan ke kampus lama mereka dikawasan Kebun Nenas desa Jake diperhatikan.

 

"Lihat jalan ke kampus Unik. Berkubang. Kami ingin akses jalan ini dibeton atau diaspal," katanya.

 

"Faktanya di Kuansing ini kami tidak mengenyam pendidikan layak. Contohnya, kondisi Jalan ke kampus Uniks rusak," katanya.

 

 

Menurutnya, Uniks merupakan simbol pendidikan di Kuansing, seharusnya kampus Uniks ini menjadi perhatian khusus dari DPRD dan Pemkab. Baik itu dari segi kesejahteraan mahasiswa maupun kepantasan fasilitas belajar.

 

"Kami meminta agar dilakukan perhatian khusus dari DPRD terhadap mahasiswa dan kampus Uniks," katanya.

 

 

Sementara Wakil Ketua II DPRD Kuansing Juprizal mengapresiasi mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD. Ia mengaku akan memperjuangkan aspirasi mahasiswa Uniks kedepan.

 

"Sudah kami sampaikan, insyaallah tahun 2020 kita usahakan agar bisa terealisasi," katanya.

 

 

Hal senada disampikan Syafril anggota DPRD dari partai PKS. Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah membicarakan hal tersebut dengan Wakil Rektor. Makanya kedepan ia akan berusaha agar tuntutan mahasiswa bisa direalisasikan.

"Insya Allah tahun depan kita realisasikan. Meski begitu kita harus lalui segala proses-proses yang ada di Pemkab," ungkapnya.

Selain kegedung dewan, para mahasiswa juga mendatangi kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi yang sama. Namun menurut salah seorang aktifis Febrie Gusdi, saat mereka berada dikantor Bupati tidak ada perwakilan yang menyambut mereka.

Alasanya kata Febrie saat itu para pejabat dikantor Bupati sedang melaksanakan tugas mendampingi Gubri dan Forkompimda Riau serta acara pelantikan Kades. ( isa )

Terkini