Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Rencana Pembelian Lahan Seluas Seperempat Hektar Senilai 2 M Dipertanyakan

Jumat,14 April 2017 | 08:30:00   Dibaca: 2097 kali
Rencana Pembelian Lahan Seluas Seperempat Hektar Senilai 2 M Dipertanyakan
Ket Foto : Andi Cahyadi. ( ktc )
TELUK KUANTAN - Komisi C DPRD Kuantan Singingi ( Kuansing), Riau mempertanyakan program pembelian lahan yang diusulkan dalam KUA-PPAS tahun 2017 oleh Pemkab.

Pasalnya anggaran yang diusulkan cukup besar senilai 2 Milyar sementara luas lahan yang akan dibeli hanya seperempat hektare atau 2.500 meter persegi.

" Maka Kita pertanyakan kepada dinas Permukiman  Tata Ruang dan Pertanahan tentang manfaat dan alasan pembelian lahan ini,"ujar anggota Komisi C DPRD Kuansing, Andi Cahyadi, Rabu ( 12/4/2017).

" Kalau kegunaan lahan itu untuk pembangunan taman.  Tapi kalau Saya berpendapat dengan kondisi saat ini jika ada pembangunan taman atau ruang terbuka hijau dapat memanfaatkan lahan di belakang hotel Kuansing,"lanjut Andi Cahyadi.

Upaya mempertanyakan hal ini untuk mengetahui rencana lahan yang akan dibeli tersebut Karena nilainya cukup besar 2 Milyar sementara luasnya hanya seperempat hektar.

" Berarti satu meter seharga 800 ribu kalau melihat usulan dalam KUA-PAS,"ujarnya.

Pembelian lahan ini ujarnya akan kembali dibahas di Badan Anggaran ( Banggar ) bersama tim anggaran pemerintah daerah ( TAPD ). 

Disamping itu ujarnya, jika ada pembelian lahan seharusnya untuk pembelian lahan yang sedikit murah untuk memperbanyak hutan kota dengan kondisi keuangan saat ini. Seperti areal antara gedung DPRD dan Mapolres. 

Disana terdapat kawasan hutan yang dari hari ke hari berubah menjadi kelapa sawit. Alangkah baiknya lahan tersebut dibeli sehingga tetap menjadi kawasan hutan yang multi fungsi, kawasan penyanggah, kawasan flora fauna, kawasan resapan air, kawasan wisata, ilmu pengetahuan dan yang lain.

" Coba lihat di Batam banyak hutan lindung dikawasan kota yang membuat kota menjadi indah dan asri,"pungkasnya. ( isa )

Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.