Aktifitas PETI di hulu sungai Kuantan di kecamatan Hulu Kuantan yang rusak parah. ( ktc )

Kades dan Penghulu di Kecamatan Gunung Toar Minta Polres Tertibkan PETI

Selasa,05 Januari 2016 - 12:07:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN - Empat kepala desa dan perangkat serta ninik mamak dan orang adat di kecamatan Gunung Toar meminta kepada Polres Kuansing menertibkan kegiatan penambangan emas tanpa izin ( PETI ) yang kian marak dan menimbulkan kerusakan lingkungan dan sosial budaya di kawasan Koto Lubuk Terentang dan sekitarnya.
Empat Kades yang meneken surat pernyataan dukungan agar kegiatan PETI disekitar desa mereka segera ditertibkan masing-masing Kades Siberobah, Marpinis, Kades Pisang Berebus, Kaprawi, Kades Kampung Baru, Masril dan Kades Lubuk Terentang, Ilyas. Sementara itu ninik mamak diwakili oleh Penghulu Pucuk  Lubuk Terentang, Ajisman Datuak Majo.
Dalam pernyataannya mereka memohon kepada Kapolres dan tim terpadu penangan masalah PETI Pemkab Kuansing untuk dapat menertibkan aktifitas PETI diwilayah mereka yang sedang beroperasi, dan menangkap dalang dan oknum pelaku dan pemodal serta memusnahkan peralatan PETI agar tidak ada yang beraktifitas kembali.
Sebab kesepakatan melarang adanya kegiatan PETI merupakan kesepakatan bersama sejak dahulu. Karena sangat merusak lingkungan, sosial dan lainnya.
Sementara itu Ketua Harian Lembaga Adat Melayu ( LAMR ) Kuansing, Suryawan Datuk Mudo Bisai yang juga ditemui mereka untuk mendukung usaha mereka kepada wartawan berharap agar Polres dan tim terpadu merespon dengan baik.
" Kita khawatir terjadi konflik dibawah akibat adannya pro dan kontra ini, atau main hakim sendiri. Kita juga minta warga menahan diri dan menyerahkan masalah ini ke aparat hukum,"ujar Suryawan.
Ditambahkan Suryawan selain dari Gunung Toar, LAMR Kuansing juga menerima keluhan maraknya PETI dikawasan pintu batu di kecamatan Hulu Kuantan. Sungai Kuantan disana sudah rusak parah terutama tebingnya akiba digarap oleh pelaku PETI.
" Dari foto dokumentasi yang diberikan ke LAMR tebing-tebing sudah runtuh, mereka takut abrasi dan longsor karena dipintu batu sunga sempit dan kerusakan sudah demikian parah,"tutupnya.( isa)

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT