HPT sekaligus hutan ulayat Sumpu yang terus dijarah di Kecamatan Hulu Kuantan. ( ktc )

Sering Dihadang dan Diteror Saat ke Lapangan, Dishut Sarankan Penertiban HPT Oleh Tim Terpadu

Sabtu,23 Januari 2015 - 09:18:00 WIB
Share Tweet Google +

 

TELUK KUANTAN - Dinas Kehutanan ( Dishut Kuansing ) bukan hanya berpangku tangan dan berdiam diri dalam melihat aksi perambahan kawasan hutan produksi terbatas ( HPT ) yang ada di Kuansing dari jarahan oknum-cukong dan pemodal bekerjasama dengan tokoh masyarakat tempatan.
Mereka juga rutin melakukan patroli dan pemantauan langsung ke lapangan seperti HPT Sumpu di kecamatan Hulu Kuantan. Namun saat dilapangan, mereka kerap menghadapi tantangan dan teror dari anggota pemilik lahan yang ada di kawasan tersebut yang sudah berubah menjadi lahan kebun kelapa sawit.
 " Harusnya sudah tim terpadu yang terdiri dari Polres, Satpol dan Kejaksaan serta unsur lain turun langsung kelapangan. tidak mudah diatasi Dishut sendiri,"ujar Kadis Kehutanan Kuansing, Dr Agus Mandar, M.Si kepada wartawan, Rabu ( 21/1/2014 ) lalu.
Bayangkan ujarnya, setiap tim Dishut tutun kelapangan, ada saja pohon-pohon yang ditumbangkan di jalan untuk menghambat gerak maju mereka agar tidak sampai ke daerah yang dituju. Belum lagi massa yang tidak dikenal untuk melakukan teror psikologis.
" Itu setiap tim Dishut turun di HPT ada saja pohon yang ditumbangkan di jalan,"ujarnya.
Dishut sendiri ujarnya menyadari hal itu bagian dari tantangan yang mereka hadapi. Namun akan lebih baik ditangani tim terpadu sehingga sangat komprehensif.
Begitu juga ujarnya, setiap pemasangan papan pengumuman larangan melakukan aktifitas di HPT, paling bertahan sehari dua hari. Setelah itu papan pengumuman tersebut akan hilang.
" Itu di lahan BK sudah beberapa kali dipasang namun tetap hilang dua hari setelah dipasang,"ujarnya.
Secara mudah tentu saja hal ini dilakukan oleh orang suruhan pemiliki lahan di HPT Sumpu. " Mereka tidak ingin ada pengumuman tersebut,'ujarnya.
Menurut Agus Mandar tegas, pihaknya siap memberi support data ke tim terpadu. " Kita punya data untuk tim terpadu, bahkan dilapangan juga dapat dilakukan penetapan lokasi dengan GPS secara langsung, akan jelas bagi anggota tim terpadu penertiban kawasan hutan untuk memproses pelaggaran yang terjadi di lapangan,"ujarnya.
Menurut Agus Mandar dengan terjun langsung kelapangan, maka setiap ditemukan pelanggaran hukum dapat serta merta ditindak sesuai Tupoksi masing-masing anggota tim, misalnya kita GPS  salah satu kebun ternjyata dalam HPT ya pekerja dan pemiliknya harus diproses langsung bersama-sama, "pungkasnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT