Bupati Andi Putra dan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan

Rencana Jalan Tol, Awalnya Di Kuansing 4 KM Bertambah Jadi 50 KM

Selasa,12 Juli 2021 - 12:45:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Rencana pembangunan feeder atau jalan tol penghubung kawasan barat dan tengah Sumatera ke jalan Tol Trans Sumatera dibagian timur Sumatera sedang digagas saat ini oleh sejumlah kabupaten yang bakal dilaluinya.

Jalan tol penghubung yang tengah digagas itu yakni Dharmasraya-Kuansing-Inhu. Jika terwujud nantinya akan mempercepat konektifitas antara Bagian Barat, Tengah ke kawasan Timur Sumatera dan sebaliknya untuk mendukung perekonomian, pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan.

Menindaklanjuti gagasan pembangunan jalan tol ini, Senin (12/7/2021) Bupati Kuansing, Andi Putra bertemu Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dikantor Bupati Dharmasraya. Sutan Riska yang saat ini Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-indonesia ( Apkasi ) salah satu yang turut memperjuangkan pembangunan jalan tol ini.

Sebelumnya hari Jumat ( 9/7/2021) lalu Bupati Sutan Riska dan Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir terlebih dahulu datang ke Kuansing membincangkan banyak hal termasuk rencana jalan tol itu. Namun pertemuan batal karena Bupati Andi Putra sedang berada diluar kota.

" Mohon maaf pak Bupati Sutan Riska tidak bisa bertemu saat ke Kuansing bersama Pak Bupati Sijunjung. Maka sekarang Saya berinisiatif ke Dharmasraya lagi bersilahturahmi sebagai kabupaten yang bertetangga sekaligus membahas kelanjutan pembangunan jalan tol,"ujar Andi Putra.

Disampaikan Andi Putra dalam pertemuan itu, sewaktu masih Ketua DPRD Kuansing dirinya sudah mendengar rencana pembangunan jalan tol Dharmasraya-Kuansing-Inhu ini.

Namun usulan awal itu panjang tol yang akan melintasi Kuansing sepanjang 4 kilometer saja. Artinya hanya melewati kecamatan paling ujung, yakni desa Perhentian Sungkai Kecmataan Pucuk Rantau.

"Kalau 4 Km kita hanya menonton saja itu. Maka kesempatan ini, saya usulkan Kita mendapat 137 Km. Saya ingin warga Dharmasraya dekat ke Kuansing dan Pekanbaru," katanya.

Namun informasi terakhir yang didapati rencana usulan jalan tol ini Kuansing 49,5 atau lebih kurang 50 KM, Dharmasraya 22 Kilometer dan sisanya Inhu.

" Tetapi dalam pertemuan ini Kuansing mengusulkan 137 KM,"ujarnya.

Sementara usai acara saat diwawancara Bupati Andi Putra menyampaikan alasan ruas tol diminta panjang di Kuansing agar ada pintu masuk dan keluar utama kenderaan dan rest area diwilayah Kuansing sehingga keberadaan jalan tol dapat dinikmati warga dan daerah.

" Kalau tidak ada pintu utama jalan masuk dan keluar jalan tol di Kuansing masak untuk masuk ke tol warga Kuansing harus terlebih dulu ke Dharmasraya atau Rengat,"ujarnya.

Salah satu pintu utama jalan masuk dan keluar jalan tol yang rencananya akan diusulkan Pemkab Kuansing dari Teluk Kuantan menuju rencana ruas jalan tol dibagian timur Teluk Kuantan.

Dengan demikian katanya, dari arah Teluk Kuantan menuju pintu utama masuk dan keluar tol, Pemkab Kuansing juga dapat mengajukan ke pusat pembangunan ruas jalan nasional sehingga dana pembangunan dan pemeliharaan ditanggung APBN.

Selain itu katanya jika ada pintu utama masuk dan keluar di Kuansing ulangnya juga akan mendukung perkembangan tradisi kebanggan warga daerah ini pacu jalur. Karena jarak dari Sumbar, Jambi, Inhu dan Inhil ke Kuansing semakin singkat.

" Jadi dampak keberadaan jalan tol banyak bagi warga Kuansing. Kita minta usulan Kita direspon dan semoga jalan tol ini juga terwujud karena ini kewenangan pusat,"sebutnya.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska mengaku senang mendengar semangat Bupati Kuansing dalam mendukung rencana usulan pembangunan feeder tol Dharmasraya-Kuansing Inhu.

"Ini menunjukkan kita punya cita-cita yang sama untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan tol ini tidak hanya sekedar untuk mempersingkat waktu perjalanan antar wilayah. Melainkan juga akan membuka akses perekonomian, yang akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Serta untuk menggali potensi sumber daya alam yang ada di daerah.

Merespon usulan Pemkab Kuansing, Sutan Riska Tu sebenarnya ada beberapa alternatif yang disiapkan.

“Ini akan kita koordinasikan kembali, bersama ketiga pihak, Dharmasraya, Kuansing dan Inhu. Mana nanti yang akan disepakati,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Sutan Riska, rencana usulan pembangunan tol ini sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.

“Tinggal lagi bagaimana kitanya. Dan yang paling penting adalah pembebasan lahannya, jangan sampai bermasalah,” ujar Sutan Riska.

Sutan Riska juga berharap kerjasama dinas terkait dari kedua daerah, untuk segera menyelesaikan hal-hal teknis yang dibutuhkan.

Sementara dari data yang diperoleh bertambahnya panjang jalan tol di Kuansing dalam rencana pembangunan jalan tol tersebut tidak terlepas dari perubahan rute.

Rute awal Dharmasraya, Kuansing keluar di Belilas Inhu. Lalu menjadi rute Dharmasraya, Kuansing keluar di Rejosari Inhu.

Turut mendampingi Bupati Andi Putra dalam kunjungan ini Plt Asisten II Andriyama Putra,  Plt. Kadis PUPR, Ade Fahrer Arif, Plt. Kadis Lingkungan Hidup Rustam, Kadishub Asmari, Plt Kadis Perkim Ridwan Amir dan pejabat Setda dan Bappeda Litbang. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT