Utang Bawa Berkah, Sosok Ini Mendadak Kaya Raya

Utang Bawa Berkah, Sosok Ini Mendadak Kaya Raya
Foto: Walter Hunt (National Investor )

JAKARTA  - Bagi mayoritas orang, terlilit utang membawa kesengsaraan. Bahkan ada pula orang jatuh miskin akibat banyak utang.

Namun, itu tak terjadi bagi Walter Hunt. Keberadaan utang justru membuatnya punya ide menarik pembawa berkah.

Bagaimana ceritanya?

Jadi, cerita bermula ketika Walter Hunt punya utang sebesar US$ 15 kepada temannya seorang juru gambar bernama Chapin. Utang tersebut bermula saat Hunt meminta Chapin membuat ilustrasi gambar.

Namun, ketika ilustrasi sudah selesai, Hunt tidak membayar jasa Chapin. Singkat cerita, selama bertahun-tahun Chapin pun tidak menagih haknya itu kepada Hunt dan Hunt pun santai-santai saja seolah tidak memiliki utang dan sibuk membuat banyak proyek penelitian.

Maklum dilansir dari CNBC Indonesia yang mengutip situs Massachusetts Institute of Technology, Hunt adalah seorang insinyur yang super sibuk. Selama tahun 1800-an, dia banyak membuat temuan mesin yang mempermudah hidup manusia, seperti mesin pemecah es, mesin penyortir surat, dan sebagainya. 

Hingga akhirnya, di suatu waktu Chapin pun menagih uang jasa menggambar beberapa tahun lalu kepada Hunt. Saat ditagih, pria kelahiran 1796 itupun langsung tepok jidat.

Masalahnya, tagihan datang di waktu yang tidak tepat. Ketika itu Hunt yang berusia 53 tahun sudah tidak lagi kerja. Dia sudah pensiun sebagai insinyur dan tidak lagi memiliki pemasukan.  

Usaha Hunt buat nego perpanjangan waktu pembayaran ditolak tegas Chapin. Dia butuh uang dan mendesak Hunt membayar utangnya tersebut. 

Dalam uraian Jerome Meyer di Great Inventions (1962), di tengah desakan dan rasa frustrasi tersebut, Hunt tiba-tiba mengambil sebatang kawat yang kemudian dipelintir hingga menjadi semacam penjepit. Penjepit itulah yang kini disebut peniti atau dalam bahasa Inggris dikenal safety pin.

Meski terkesan sepele, Hunt memandang batang kawat yang dipelintirnya memiliki bentuk berbeda. Lebih modern dan lebih kuat dibanding peniti kuno. Alhasil, dia pun memberanikan diri mengajukan temuannya itu kepada lembaga paten. 

Mengutip situs Invent, tak diduga pengajuannya itu diterima. Tepat pada 10 April 1849, pria asal new York itu menerima hak paten safety pin atau peniti pertama di dunia dengan nomor U.S. Patent No. 6,281.

"Akibat terpepet utang, Hunt terpaksa menjual penemuannya itu ke suatu perusahaan seharga US$ 400," tulis situs itu.

Setelah mendapat uang, dia pun mendadak kaya raya dan langsung melunasi utangnya kepada Chapin. Hidupnya pun seketika membaik. Meski begitu, penjualan ini menjadi suatu kesalahan. Sebab, ketika diproduksi secara massal, peniti buatannya laris-manis di pasaran.

Pasalnya, peniti memiliki banyak kegunaan, dari mulai mengencangkan semua pakaian dan komponen perhiasan. Perusahaan itu pun cuan sangat besar. Sedangkan, Hunt tidak pernah mendapat keuntungan sedikitpun atas penemuannya karena sudah menjual patennya.  

Hingga meninggal pada 1859 pun dia tidak menerima uang dari penemuannya itu. Meski begitu, seluruh dunia mengetahui bahwa peniti yang kita kenakan sehari-hari adalah hasil keringat Walter Hunt yang terjerat utang. ( ktc)

Berita Lainnya

Index