Batu tabolah yang mengeluarkan air seperti orang buang air kecil dikawasan Hutlin Bukit Betabuh. ( k

Pengen Awet Muda, Coba Datang ke Batu Tabolah

Sabtu,29 Oktober 2016 - 12:53:00 WIB
Share Tweet Google + Cetak

TELUK KUANTAN – Siapa yang tak ingin awet muda. Kalau kepingin awet muda, datanglah ke Batu Tabolah.  Letaknya  memang cukup ekstrim, tiga kilometer kedalam hutan di dikawasan hutan lindung Bukit Betabuh desa Kasang kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing, Riau.

Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki, naik bukit dan lembah melewati hutan belantara.  Tetapi bagi yang hobi berpetualang, perjalanan menuju lokasi Batu Tabolah menimbulkan  adrenalin tersendiri.

Lokasi masuknya tak jauh dari jalan menuju lokasi air terjun Guruh Gemurai. Kalau jalan masuk air terjun Guruh Gemurai sebelah kanan dari jalan raya Teluk Kuantan-Kiliran Jao, Batu Tabolah disebelah kiri.

Batu Tabolah ditemukan oleh Kesatuan Pemangku Hutan Lindung ( KPHL ) Selatan Kuansing yang terus mencari objek-objek baru dalam memajukan pariwisata dikawasan hutan lindung ini.

Menurut Kepala KPHL Selatan Dinas Kehutanan Kuansing, Harris, S.Hut, Jumat ( 28/10/2016 ) Batu Tabolah tersebut  berupa batu besar berbentuk pinggul wanita yang mengeluarkan air. “ Karena berbentuk pinggul perempuan dan mengeluarkan air, maaf seperti buang air kecil, dikabarkan bagi yang meminumnya akan awet muda, tetapi tentu kembali kepada kepercayaan masing-masing , tetapi bentu batu nya memang unik seperti ada kejadian dimasa lalu,”ujarnya.

Kata Harris sekarang mereka terus mencari informasi mengenai keberadaan batu yang mengeluarkan air tersebut. “ Kita telusuri terus hikayat, tombo dan cerita mengenai keberadaan batu yang cukup unik tersebut,untuk menopang keberadaannya kedepan sebagai salah satu objek wisata dikawasan hutan lindung,”ujarnya.

Pasalnya kata Harris dikawasan Bukit Betabuh berdasarkan cerita pernah menjadi pusat kerajaan tertua di Kuansing yang tentu saja akan menimbulkan banyak cerita dan legenda. " Ini yang terus Kami inventarisir, baik secara fisik dilapangan maupun informasi dari orang tua dan yang tahu sejarah disana,"ujarnya.

Diakui Harris, untuk mencapai lokasi memang perjuangan ekstra, karena hanya ada jalan setapak. Harus melewati kebun masyarakat dan kawasan hutan lebat. “ Ini cocok bagi yang suka berpetualang dan adventure,”ulasnya.( utr )


Ikuti Kuansing Terkini Melalui Media Sosial


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT