Suasana pemakaman almarhum Frenk Mulia Diswara. ( ktc )

Derai Air Mata Iringi Penemuman dan Pemakaman Mahasiswa UNIKS

Senin,13 September 2015 - 04:22:00 WIB
Share Tweet Google +

TELUK KUANTAN – Derai air mata terutama kaum-kaum ibu dan rekan-rekan almarhum Frenk Mulia Diswara ( 19 ) terlihat mulai saat korban ditemukan, disemayamkan dirumah duka dan dimakamkan di pekuburan desa Koto Lubuk Terentang,Sabtu  ( 12/9/2015 ) hingga Minggu ( 13/9/2015 ). Jenazah korban ditemukan sekitar 500 meter  dari lokasi tenggelam atau oleh warga setempat disebut Bunai.

Para pelayat juga menyemut dikediamam Mukhlis orang tua almarhum , Minggu pagi di desa Pisang Berebus. Kaum ibu terlihat tak kuasa menahan rasa sedih, mereka banyak mengusap air mata mengingat nasib tragis alhmarhum yang dikenal baik, ringan tangan dan rajin ke surau dan mesjid harus berakhir tragis tenggelam di sungai Kuantan, Jumat ( 11/9/2015 ) di desa Pisang Berebus.

Terlebih ibu kandung korban, berulang kali tidak sadarkan diri, sejak almarhum dinyatakan tenggelam, ditemukan dan dimakamkan. Sementara ayah korban, Mukhlis terlihat dirundung kesedihan, Ia sering terduduk lemas. Penemuman jenazah korban sontak membuat warga berdatangan ke rumah korban dan pemakaman dari malam hingga pagi hari.

Bahkan Sekda Kuansing, Drs H Muharman, M.Pd, Rektor UNIKS yang diwakili Dekan Faklutas Keguruan dan Tarbiyah Bustanur, S.Ag, M.Ag terlihat hadir bersama pelayat lainnya saat dilaksanakan prosesi pemakaman.

Almarhum ditemukan Sabtu malam sekira pukul 11.30 WIB. Saat itu, salah seorang pemancing yang sedang memancing diperbatasan desa Pisang Berebus dan desa Sitorajo Kari terkejut adanya sosok yang sedang berputar didalam  air.

Semual Ia mengira, sosok tersebut buaya, karena di lokasi tersebut memang banyak terdapat buaya. Bahkan selama pencarian, warga dan tim SAR serta Polisi sudah melihat lima ekor buaya. Setelah disenter pemancing tersebut, ternyata punggung manusia.

Pemancing tersebut lantas berteriak kepada lima pemuda asal desa Pisang Berebus yangsedang berjaga ditenda diseberang. Mendengar teriakan pemancing tersebut,   para pemuda bergerak ke lokasi, ternyata memang almarhum mereka temukan mengambang dalam posisi telangkup.

“ Posisi pertama ditemukan dalam keadaan tertelangkup, karena air dalam saat itu tidak mungkin dievakuasi, jenazah almarhum kemudian ditarik ke tepi, baru kemudian dibawa ke posko di surau Nurul Nuda desa Pisang Berebus,”ujar Anton salah seorang yang mengevakuasi korban dari dalam sungai.

“ Sebelum Kami mendapat info dari pemancing, 10 menit sebelumnya melintas buaya di TKP, ada buaya melintas sebelumnya, terlihat saat buaya melintas senter yang dipasang pemuda yang sedang berjaga untuk melihat jika jenazah korban hanyut,”ujarnya.

Saat ditemukan kondisi jenazah masih utuh. “ Mata terpejam, dan saat dibalikan tangannya langsung tersusun seperti orang mau sembahyang, biasanya orang tenggelam kan sudah kaku,”ujarnya.

Walau disekitar TKP banyak buaya ujarnya, namun tidak ada tanda-tanda bekas gigitan biaya disekujur tubuhnya.” Bahkan buaya seperti memberi tanda kepada pencari mengenai posisi korban selama pencarian, kalau saat itu jenazah almarhum tidak terlihat pemancing pasti hanyut jauh, “ujarnya.

Menurutnya saat membopong jenazah bersama lima rekan lainnya saat itu menitikkan air mata melihat kondisi yang sudah tidak berdaya, semua mengucapkan Allahu Akbar apalagi pencarian sudah satu setengah hari. " Sebab almarhum masih muda, masa depan masih panjang tetapi Allah berkehendak lain,"ujarnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Keguruan dan Tarbiyah  UNIKS, Bustanur menyatakan kehilangan salah seorang mahasiswa UNIKS yang berprestasi. Sebab almahurm yang kuliah dijurusan Teknik Informatika semester tiga Fakultan Teknik dan Informatika UNIKS merupakan alumni SMA Pintar.

Sedangkan Sekda Kuansing, Muharman atas nama keluarga, mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kuansing atas doa dan juga warga yang siang dan malam melakukan pencarian tanpa kenal lelah.

“ Ini pahala yang tidak dapat dibalas, semoga semua yang membantu penemuan jenazah almarhum mendapat pahala dari Allah SWT, ”ujarnya.

Kepada keluarga korban, untuk tabah dan tawakal atas kehilangan ini. Sebab almarhum sosok yang baik dan anak berbudi. “ Ditengah mengikuti kuliah, almarhum juga membantu orang tua bekerja sebagai pegawai honor lepas di wisma jalur,”tutup Sekda. (utr/ isa )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT