Yingluck Shinawatra. (Reuters)

PM Thailand Gugat Kartunis yang Samakan Dirinya dengan Pelacur

Sabtu,04 Mei 2013 - 04:33:00 WIB
Share Tweet Google +

BANGKOK - Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra mengajukan gugatan hukum terhadap seorang kartunis ternama, atas tudingan fitnah. Sebabnya, kartunis tersebut membandingkan Yingluck dengan pelacur dalam postingan Facebook-nya.

Chai Rachawat yang merupakan kartunis ternama dari surat kabar setempat, memposting gambar PM Yingluck dengan disertai kata-kata yang dianggap menghina perdana menteri wanita pertama Thailand ini.

"... Seorang pelacur bukanlah orang jahat, pelacur hanya menjual tubuhnya. Tapi seorang wanita yang jahat menjual negaranya," demikian komentar Chai dalam postingan Facebook-nya, seperti dilansir AFP, Sabtu (4/5/2013).

Komentar Chai ini nampaknya dimaksudkan untuk mengkritisi pidato Yingluck saat menghadiri forum demokrasi di Mongolia, baru-baru ini. Saat itu, Yingluck menyampaikan pidato berapi-api yang mengecam pelengseran kakaknya, Thaksin Shinwatra dengan kudeta militer pada tahun 2006 lalu.

"Seorang pengacara yang diberi wewenang oleh Perdana Menteri mendaftarkan gugatan hukum terhadap Chai atas tuduhan fitnah," ujar kepala kepolisian Bangkok, Kolonel Polisi Pattarapol Sanitwong Na Ayudhya.

Menurut Parttarapol, pengacara PM Yingluck juga mendaftarkan dua tudingan lainnya, yakni pencemaran nama baik dan kejahatan penggunaan komputer. Seluruh tudingan tersebut jika terbukti, mengancam Chai dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Postingan Chai dalam akun Facebook-nya tersebut juga menuai kecaman dari sejumlah anggota parlemen Thailand. Jarupan Kuldiloke yang berasal dari partai yang sama dengan Yingluck, Pheu Thai, menyebut komentar Chai tersebut telah menghina kaum perempuan.

"Komentar menghina Chai Rachawat yang menyebut pemimpin negara ini sebagai pelacur benar-benar tidak bisa diterima," tegas Jarupan dalam pernyataan yang mewakili anggota parlemen wanita Thailand.( afp/dtc/ktc )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

Internasional

'Kepleset' Bilang Mandela Wafat, Bush Minta Maaf

Minggu,01 September 2013
Internasional

Fenomena Menarik: Salju Turun di Timur Tengah

Sabtu,14 Desember 2013