Konsep Pariwisata Kuansing Kurang Jelas Sehingga Belum Berfaedah Bagi Daerah

Kamis,28 Februari 2019 - 03:34:00 WIB

Air Terjun Angin Barombui desa Pangkalan Indaruang

TELUK KUANTAN - Konsep yang diusung Pemkab Kuansing saat ini dalam memajukan seektor pariwisata tidak jelas. Padahal potensi sektor pariwisata besar untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

" Tidak jelas mau dibawa kemana, fokusnya juga tidak jelas, objek wisata alam kek, tradisi budaya kek, religius kek atau kuliner terutama program jangka pendeknya, kalau jangka panjang tentu menunggu Ripda Pariwisata. Artinya membenahi objek wisata saat ini tidak jelas," ujar anggota DPRD Kuansing, Jefri Antoni saat bincang-bincang belum lama ini.

Dengan kondisi objek pariwisata yang seadanya saat ini Pemkab harusnya fokus membenahi sarana dan prasarana jika ingin pariwisata maju. Kalau ada kendala dan tantangan menjadi tugas OPD terkait mengatasinya.

" Dan untuk jangka sendek ini satu-satu dulu-dulu dibenahi jangan semuanya mau dipegang tak kan maksimal. Maka perlu ditetapkan objek wisata mana dulu dibenahi misalnya Guruh Gemurai atau Batang Koban atau keduanya,"kata Jefri.

" Alokasikan dana semaksimal mungkin jangan tanggung-tanggung, Kita siap mendukung, karena pariwisata maju mendorong ekonomi daerah dan masyarakat,"ujarnya.

" Kita ambil contoh di Sumbar kalau ada objek wisata baru mereka membangun tuntas sekaligus sehingga langsung bisa dijual. Objek wisata pembangunannya tidak mungkin bertahap karena menyangkut selera dan kepuasan. Perlu dibangun dengan wah dan kualitas satu. Maka satu-satu dibenahi dulu"ujarnya.

Sebab katanya, Kuansing berhadapan dengan Sumbar yang pariwisatanya tidak semata terkenal di Indonesia namun sudah ke manca negara.

" Maka kualitas sarana prasarana objek wisata Kita harus yang berkualitas tinggi lebih dari Sumbar kalau bisa, baik desain, material banguna dan sarana pendukung, barulah banyak yang akan melirik,"sarannya.

Dengan kondisi saat ini menurutnya bagaimana mungkin menjual objek wisata Guruh Gemurai keorang luar. Nantinya dapat menimbulkan kekecewaan menjumpai sarana yang ada.

" Untuk turun saja berbahaya, tangga sudah retak, pegangan tangan sudah banyak yang tanggal dan lapuk. Harusnya dibenahi jalan masuknya dari arah samping, sehingga pengunjung saat tiba bisa melihat air terjun dari bagian tengah atau bawah. kalau sekarang kan dari atas sehingga bagi yang biasa melihat air terjun merasa aneh saja melihat dari atas,"tandasnya yang bersama Komisi B DPRD Kuansing sudah beberapa kali meninjau objek wisata ini.

Dana tidak hanya untuk sarana objek wisata namun juga menambah wahana permainan seperti flyng fox dan kenderaan ATV bagi mereka yang suka petualang disekitar kawasan hutan disana. Sehingga banyak alternatif selama disana buat pengunjung sehingga tidak membosankan.

" Kalau program jangka pendek matang saya pikir objek wisata Guruh Gemurai sudah bagus. Kalau jangka panjang menunggu Ripda Parwisata tapi kan lama,"ujarnya.

" Saya pikir gunakan saja DED pengembangan objek wisata air terjun Guruh Gemurai dan Batang Koban yang sudah pernah dibuat dinas pariwisata dimasa lalu, harus satu-satu dibenahi sampai tuntas,"tutupnya. ( isa )