Musim Mudiak, Warga Panen Ikan Kuantan, Dan Mengapa Ada Tradisi Ikan Mudiak

Minggu,05 Januari 2019 - 12:16:00 WIB

Warga Kuansing sedang mendapat ikan di musim ikan mudiak

TELUK KUANTAN - Sudah menjadi tradisi warga yang bermukim disepanjang sungai Kuantan tahu saat ikan mudiak atau saat ikan berombongan menjelajah kebagian hulu. Dulu ikan mudiak dikenal dengan istilah patin mudiak.

Saat musim ikan mudiak maka masyarakat akan mendapat ikan sungai Kuantan yang banyak mulai dari Patin, Bung, Beso, Ngongai, Pantau Ulu, Lambak, Umbuik umbuik dan Siburuak serta jenis ikan lainnya.

Maka tak heran seminggu belakangan banyak warga yang menggunakan jaring, posok, tangguak dan jala menunggu saat rombongan ikan melintas dan menangkapnya dengan alat-alat tangkapan tersebut.

" Panen bang kalau musim ikan mudiak seperti sekarang,"ujar Yandrie yang ikut menangkap ikan yang sedang mudiak.

" Warga sudah tahu saat musim ikan mudiak. Apalagi sekarang air sungai Kuantan dangkal dan semakin mudah mendapatkan ikan,"lanjutnya.

Ikan mudiak dalam tradisi masyarakat sejak lama memang saat mendapatkan ikan-ikan yang diinginkan dengan mudah seperti ikan Patin. Disaat seperti ini seringkali warga mendapatkan ikan Patin Kunyit yang terkenal enak.

Lalu mengapa ada musim ikan mudiak atau berimigrasi kedaerah hulu tersebut.

Menurut Nurdin salah seorang tetua di Kuansing, dulu hanya dikenal istilah Patin mudiak tapi sekarang sudah bersifat umum.

" Sebenarnya dulu ikan-ikan kecil turut mudiak.  Namun dulu ikan melimpah karenanya yang diperhatikan ikan Patin dan ikan besar lainnya. Kalau sekarang jumlah ikan kan berkurang drastis. Dulu ikan Pantai dibiarkan sekarang sudah dicari,"katanya.

Mereka mudiak karena mencari tempat yang lebih dangkal dan hangat untuk bertelur.

" Sungai semakin kehulu kan semakin dangkal dan banyak batu yang menjadi tempat terbaik untuk bertelur,"ujarnya.

Setelah bertelur rombongan ikan kembali ketempat mereka. Namun saat ke hilir gerak mereka lebih cepat dan sulit ditangkap. Ini bagian dari proses regenerasi mereka.

" Kalau saat mudiak mereka melawan arus akibatnya gerak mereka lebih lambat dan cenderung kepinggir sehingga mudah dilihat orang dan mudah ditangkap,"ujarnya.

Secara mitos katanya ikan mudiak juga bagian dari perjalanan mereka menjelajah asal muasal mereka sama dengan keleluang atau kelelawar yang masih ada saat ini terlihat dimusim tertentu berombongan dalam jumlah yang banyak terbang kearah yang  mereka tuju.

" Jadi ikan-ikan disungai-sungai besar yang ada melakukan hal itu dan disatu titik mereka bertemu. Namun tentu tidak semua mencapai lokasi yang mereka tuju,,"jelasnya.

Biasanya berdasarkan cerita-cerita turun temurun setelah menjelajah asal muasal mereka lalu bertelur dan setelah itu kembali ke habitat mereka.

Ia mengkhawatirkan populasi ikan sungai Kuantan akan terus menyusut akibat pencemaran dan limbah dompeng yang membuat habitat mereka rusak.

" Sama dengan populasi keleluang yang setiap tahun terbang beramai-ramai yang makin tidak terlihat akibat hutan yang punah dan pohon-pohon durian , manggis, duku serta buah-buahan berpohon besar lainnya yang semakin berkurang juga,"tutupnya.