Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Tak Disiplin, Lebih Kurang 200 Pegawai Dijemur

Senin,11 Februari 2013 | 07:42:00   Dibaca: 1979 kali
Tak Disiplin, Lebih Kurang 200 Pegawai Dijemur
Ket Foto : Bupati H Sukarmis memberi arahan disiplin pada para Kadis, Kaban, Kepala Kantor dan Direktur RSUD. (

TELUK KUANTAN - Tak disiplin lebih kurang 200 orang pegawai Pemkab Kuansing diberi hukuman dengan dijemur disela-sela upacara Senin ( 11/2 ) pagi tadi. Para pegawai lain diminta menonton mereka yang sedang dijemur agar tidak terjadi lagi hal serupa. Diantara yang dijemur mulai dari pejabat eselon III, eselon IV, staf baik PNS dan pegawai honor.

Para pegawai yang dijemur tersebut merupakan hasil Sidak Bupati Kuansing H Sukarmis, Jumat ( 7/2 ) yang lalu. Saat itu secara tiba-tiba orang nomor satu di Kuansing ini pergi ke Satker yang ada, dan langsung meminta absen pegawai yang hadir sekitar pukul 7 pagi disaat jam kantor sudah dimulai.

Para pegawai yang tidak menandatangani absen kemudian direkap. Usai upacara Senin, yang tidak menandatangani absen lalu dipanggil satu persatu dan dibariskan ditengah lapangan upacara lalu dijemur. Hampir seluruh dinas dan badan terdapat pegawai yang tidak mengisi absen. Lantas kemudian Bupati meminta masing-masing pimpinan Satker bersama dengan pegawai. Kemudian mereka diminta memberi arahan mengenai disiplin kepada para pegawai masing-masing yang tidak disiplin tersebut. Untuk tahap awal ini mereka tampaknya dijemur saat itu saja.

Bupati Sukarmis sendiri saat bertemu wartawan Senin ( 7/2 ) lalu memang gundah dengan disiplin pegawai yang kemali merosot. Karena itu Ia minta pimpinan Satker untuk memantau disiplin pegawai sekaligus melakukan pembinaan.

Tidak hanya itu mantan ketua DPRD Kuansing dua periode ini meminta Kadis dan Sekretaris datang terlebih dahulu ke kantor dibandingkan staf. Hal itu untuk memberikan contoh kepada staf. Bupati sendiri juga akan memantau Kadis dan Kaban yang tidak disiplin.

Ia juga minta Kadis dan Kaban untuk berada di daerah dan mengurangi ke luar daerah, kecuali untuk hal-hal yang sangat mendesak dan urgen. Karena pejabat dan pegawai merupakan pelayan masyarakat, dan masyarakat akan terkendala kalau pejabat sering meninggalkan kantor. ( isa )

 


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.