ilustrasi. ( ktc )

Bahaya Radiasi Ponsel Terhadap Manusia

Rabu,14 Desember 2016 - 06:30:00 WIB
Share Tweet Google +

Pancaran gelombang elektromagnetik dari handphone seluler ( Ponsel ) memiliki frekuensi antara 450 – 1800 MHz, termasuk dalam daerah gelombang mikro. Menurut perhitungan menunjukkan bahwa quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik Ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya berkisar sepersejuta elektron Volt.

Namun kalau jarak sumber radiasi dengan materi, yaitu jarak antara Ponsel dengan kepala (khususnya telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh Ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja.

Alasannya karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi  (kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (Ponsel) akan makin besar radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu kontak atau waktu berbicara melalui Ponsel diperhitungkan, maka akumulasi dampak radiasi akibat pemakaian Ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi.

Sungguh tragis mendapati bahwa Ponsel yang setiap hari Kita pakai ternyata memiliki radiasi yang cukup mematikan dalam jangka panjang jika tidak berhati-hati menggunakannya. Yang juga mengejutkan adalah radiasi Ponsel ternyata juga bisa dipakai untuk mematangkan sebutir telur seperti Microwave.

Untuk membuktikannya, dibutuhkan 1 butir telur dan 2 Ponsel. Telur diletakkan di tengah-tengah kedua Ponsel. 65 menit percakapan kedua Ponsel tersebut. Buktikan!!! Telur tersebut telah matang dan siap dimakan. Otak Kita juga akan menjadi matang bila terus menerus ditempelkan pada Ponsel. Otak dan telur sama-sama mengandung jumlah air dan protein. Mulailah panggilan antara kedua Ponsel selama kurang lebih 65 menit. 15 menit tidak terjadi apa-apa. Setelah 25 menit telur mulai hangat, setelah 45 menit, buktikan sendiri!

Pada Ponsel terdapat istilah transmitter yang mengubah suara menjadi gelombang Sinusoidal kontinu yang kemudian dipancarkan keluar melalui antenna dan gelombang ini berfluktuasi melalui udara. Gelombang RF(radio frequency) inilah yang menimbulkan radiasi elektromagnetik.

Pengaruh Radiasi Ponsel Terhadap Otak

Banyak pengguna Ponsel yang mungkin tidak mengetahui bahwa Ponsel yang mereka gunakan dapat mengirimkan gelombang radiasi ke dalam otak mereka. Sesungguhnya setiap Ponsel memiliki spesifikasiukuran banyaknya energi gelombang mikro yang dapat menembus ke dalam bagian tubuh seseorang tergantung pada seberapa dekat Ponsel dengan kepala. Paling tidak kurang lebih sebanyak 60 persen dari radiasi gelombang mikro yang diserap dan menembus daerah sekitar kepala.

Pada saat menelepon radiasi dekat dengan otak dan bisa mempengaruhi sistem otak & syaraf. Walaupun efeknya relatif kecil seperti pusing, tapi lama kelamaan bisa jadi masalah serius. Dan yang paling mengkhawatirkan, risiko terbesar pemakaian Ponsel adalah pada anak-anak. Para ahli organisasi kesehatan sedunia (WHO) sangat menganjurkan agar pemakaian handphone terutama di kalangan usia kanak-kanak dibatasi sedemikian rupa ataupun pemakaiannya dengan menggunakan hands-free guna untuk meminimalkan risiko yang mungkin terjadi, berhubung alasan rawannya sel otak dalam usia kanak-kanak yang sedangmengalamipertumbuhan.

Setelah 10 tahun memakai handphone risiko seseorang menderita tumor telinga meningkat empat kali lipat. Para ilmuwan yakin, penggunaan handphone minimal selama 10 tahun meningkatkan risiko menderita tumor telinga. Berdasarkan riset yang dilakukan Institute Karolinska, Swedia, terhadap 750 orang, ditemukan risiko menderita acoustic neuroma meningkat 3 ,9 kali lipat pada sisi kepala dimana handphone sering ditempelkan. Sedangkan pada sisi kepala yang tidak pernah atau jarang ditempeli handphone, tidak ditemukan risiko apapun.“Riset ini jelas menunjukkan risiko itu hanya terjadi pada sisi kepala dimana telepon genggam sering ditempelkan.

Efek Negatif Menggunakan Ponsel ( LemahOtak )

Para penelitidari Swinburne University of Technology's Brain Sciences Institute di Melbourne, Australia menemukan para pengguna ponsel yang merespon telepon lebih pelan selama 30 menit, cenderungakanmengalamiperbaikanmemori, namun kurang cepat tanggap dalam merespon sesuatu.

Para peneliti melakukan serangkaian tespsikologi pada 120 partisipan yang tereksposemisi telepon selular selama setengah jam sampai satu jam. Hasil riset yang dimuat dalam Jurnal Neuropsychologia menunjukkan ada perubahan kecil pada fungsi otak meski tak begitu terlihat, terutama pada mereka yang tereksposbidang elektromagnetikd ari telepon selular.

Studi menunjukkan bukti respon yang lamban pada partisipan yang melakukan reaksi sederhana dan reaksi yang lebih kompleks, seperti memberikan respon saat diminta memilih lebih dari dua alternatif. Penelitian masih akan terus dilakukan, terutama dengan penggunaan resonansi magnetic untuk menganali sacara kerja otak. Namun penelitian ini masih belum dipublikasikan, karena dampak radiasi Ponsel cenderung terus meningkat.

Para pengguna Ponsel, terutama yang menggunakan Ponsel dalam kapasitas berlebihan cenderung mengalami penurunan atau perubahan sistem yang cukup berarti disbanding mereka yang menggunakan ponsel seperlunya.

Namun dalam studi penelitian tersebut, peneliti tak menemukan dampak Ponsel pada gangguan kesehatan, meskipun diakui studi initakmemfokuskan pada konsekuensi kesehatan, tapi lebih ditekankan pada fungsi otak.

Solusi Mengurangi Dampak dari Radiasi Ponsel Terhadap Kesehatan

Pakar kesehatan menemukan beberapa upaya untuk memperkecil pengaruh radiasi Ponsel terhadap kesehatan pengguna Ponsel. Upaya tersebut meliputi menjauhkan Ponsel dari kepala. Kekuatan gelombang elektromagnetik akan berkurang secara drastis dengan bertambahnya jarak. Pergunakan headset atau handsfree seefektif mungkin. Memanfaatkan layanan pesan singkat (SMS) dibanding telepon. Tidak menggunakan Ponsel sewaktu sinyal lemah. Tunggulah sampai telepon sudah menyambung ke tempat tujuan, sebelum mendekatkan Ponsel ke telinga. Jangan menyimpan Ponsel di saku atau ikat pinggang pada saat ponsel dalam kondisi on. Dalam buku manual Ponsel selalu dianjurkan untuk mematikan Ponsel pada saat berada di dekat pompa bensin maupun tempat - tempat penyimpanan bahan kimia yang mudah meledak. Ponsel dapat mengganggu operasi instalasi teknis dari tempat-tempat tersebut.

Seterusnya  meminimalisir pemakaian Ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Memilih Ponsel dengan level SAR ( Spesific Absorption Rate ) yang rendah. Level SAR ini biasanya dicantumkan dalam buku manual. ICNIRP (International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection) memberikan batas maksimal sebesar 2,0 W/kg.

(Oleh :  Reni Rahmayuni Mahsiswa Universitas Andalas Padang Sumatera Barat )

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

Teknologi

Gemar Menolong Orang, Sistem Imun Lebih Kuat

Selasa,10 September 2013
Teknologi

Usai Lebaran Kok Sakit? Mungkin Ini Penyebabnya

Sabtu,10 Agustus 2013