Portal Online Kebanggaan Masyarakat Kuansing

Change.org, Media Sosial untuk Perubahan Sosial

Senin,15 Oktober 2012 | 02:45:00   Dibaca: 1215 kali
Change.org, Media Sosial untuk Perubahan Sosial
Ket Foto :

JAKARTA - Situs web Change.org kerap digunakan oleh warga dunia, untuk menyampaikan petisi dan kampanye sosial secara online.

Change.org telah membuka kantor perwakilan di Indonesia dan menyediakan bahasa Indonesia di halaman situs web-nya.

Change.org Indonesia diasuh oleh Usman Hamid sebagai Direktur Kampanye, dan Arief Aziz sebagai Direktur Komunikasi. Change.org Indonesia berkantor di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Arief mengatakan, ketika Change.org Indonesia berdiri pada 4 Juni 2012, anggotanya kala itu berjumlah 10.000 orang. Pada bulan Oktober, jumlah anggota Change.org Indonesia meningkat pesat jadi 71.000 orang.

"Change.org adalah platform sosial untuk perubahan sosial. Change.org bisa digunakan oleh siapa saja," jelas Usman saat ditemui di acara Social Media Fest 2012 di Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2012).

Ia menegaskan, Change.org tidak melakukan advokasi atas sebuah kampanye yang menuntut perubahan. Change.org hanya menyediakan wadah kepada para penggunanya. "Jika tuntutan si pembuat petisi dan para pendukungnya berhasil dicapai, ini adalah kemenangan mereka," tambah Usman.

Dalam menyampaikan petisi, seseorang harus cermat menentukan tuntutan dan target orang yang ingin dipetisi. Kasus yang menyangkut kepentingan nasional dan hak asasi paling mendapat banyak dukungan.

Salah satu contoh kasus yang sedang hangat dikampanyekan lewat Change.org, adalah kasus Simulator SIM. Putri ketiga mantan Presiden Gus Dur, Anita Wahid, membuat petisi yang ditujukan ke akun email Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, dan sejumlah anggota Komisi III DPR. Anita meminta agar kasus Simulator SIM diserahkan kepada KPK, dan hentikan segala upaya melemahkan KPK.

Orang-orang yang peduli dengan kasus ini, bisa mendukung dengan cara menandatangani petisi secara online di Change.org. Setelah itu, biasanya mereka akan meminta dukungan lagi, dengan cara membagikan tautan petisi lewat jejaring sosial Facebook dan Twitter.

Nah, setiap surat penandatanganan petisi ini akan masuk ke email Presiden, email Kapolri, dan email sejumlah anggota Komisi III DPR. Jika dalam sehari ada 1.000 orang yang mendukung petisi, maka target akan menerima 1.000 email dari setiap orang yang menandatangani petisi.

"Anda bisa bayangkan, ada 1.000 surat petisi dari 1.000 nama yang berbeda, masuk ke email Presiden, Kapolri dan anggota DPR," tegas Usman.

Hingga kini, petisi yang dibuat oleh Anita Wahid telah mendapat dukungan sebanyak 14.940 nama.

Arief mengatakan, Change.org mempersilakan siapa saja yang ingin membuat petisi, apapun topiknya. Namun, jika ada isi petisi yang menyangkut kekerasan dan SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan), biasanya akan dimoderasi terlebih dahulu.

Perubahan sosial

Kampanye lewat media sosial terbukti dapat menghasilkan perubahan. Media sosial digunakan untuk tempat berkumpul virtual dan secara tak langsung dapat memobilisasi massa yang memiliki tujuan sama.

Usman menyatakan, ini tidak semata karena rakyat melakukan petisi secara online, namun ada kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak untuk mendesak pemerintah atau pembuat keputusan agar memenuhi apa yang diinginkan rakyat.

Di Indonesia, Change.org banyak membantu beberapa perubahan sosial. Salah satunya adalah upaya menghentikan sirkus lumba-lumba keliling yang digagas gitaris band Netral, Christopher Bollemeyer atau akrab disapa Coki.

Dalam petisinya, Coki meminta agar beberapa perusahaan tak lagi memberi dukungan terhadap pertunjukan sirkus lumba-lumba keliling. Karena, pelaku sirkus tidak memperlakukan lumba-lumba secara layak. Lumba-lumba dibawa dengan peti tanpa air, binatang mamalia cerdas itu hanya diberi pelembab agar bisa bertahan hidup. Unsur kimia klorin dalam kolam juga sering membuat lumba-lumba buta.

Petisi Coki kini mendapatkan 90 ribu dukungan, baik dari dalam maupun luar negeri. Petisi ini direspon oleh perusahaan pasar swalayan. Carrefour, Hero dan Giant, tak mau lagi menyediakan lahan parkirnya untuk tempat sirkus lumba-lumba. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia, berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya. Teh Botol Sosro dan Coca Cola juga tak mau lagi mensponsori.

Di negara asalnya, Amerika Serikat, Change.org memberi pengaruh besar terhadap perubahan sosial dan politik.

Situs web ini didirikan oleh Ben Rattray pada 2007. Change.org sempat melalui beberapa iterasi, mulanya dimanfaatkan sebagai jejaring sosial untuk aktivitas sosial, lalu berubah menjadi blog, kemudian bertransformasi menjadi situs web petisi online pada 2011.

Sumber : Kompas Tekno


Baca Berita Lainnya
Tulis Komentar
comments powered by Disqus
.