Siapa Gulat Manurung Terkait Suap Gubernur Riau?

Minggu,27 September 2014 - 11:58:00 WIB

Tersangka dugaan pelaku suap kasus alih fungsi hutan di Provinsi Riau, Gulat Medali Emas Manurung di

Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya menetapkan status tersangka terhadap Gubernur Riau Annas Maamun dan pengusaha perkebunan kelapa sawit Gulat Medali Emas Manurung dalam kasus suap izin lahan di Riau senilai Rp 2 miliar.

Keduanya dicokok KPK di Cibubur, Jakarta, bersama tujuh orang lainnya. KPK menjerat keduanya dengan Pasal 12 a atau 12 b atau 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara. Annas disangkakan sebagai penerima suap, sedangkan Gulat Manurung sebagai sang pemberi suap.

Siapa Gulat Medali Emas Manurung?
Gulat Manurung dikenal sebagai penguasaha perkebunan kelapa sawit sekaligus Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Ia disebut memiliki banyak lahan kelapa sawit di Rokan Hilir, bekerja sama dengan Gubernur Annas Maamun.

Di sisi lain, Gulat Manurung adalah seorang dosen di Universitas Riau yang mengajar di Fakultas Pertanian. Dia sekaligus menjadi orang dekat sang gubernur.

Sumber Tempo di Universitas Riau menyebut Gulat Manurung adalah seorang dosen yang berstatus pegawai negeri sipil golongan III D. Dia telah menjadi dosen tetap sejak tahun 2000. Kiprah Gulat di kampus tidak begitu moncer. Selama di kampus, kata sumber ini, Gulat memang jarang masuk untuk memberikan kuliah bagi mahasiswa. "Dia hanya mengandalkan asistennya saja," katanya, Jumat, 26 September 2014.

Menurut sumber yang sama, Gulat lebih banyak berkegiatan di luar ketimbang di kampus. "Dia juga selalu buat kegiatan di luar sana, tetapi tetap memakai atribut kampus. Padahal, dia tidak pernah memberikan kotribusi untuk kampus," ujarnya.

Gulat disebut sudah sangat lama berkenalan dengan Gubernur Riau. Dia bahkan disebut merupakan salah satu orang paling dekat dengan Annas Maamun. Pada tahun 2004, kata dia, Gulat berama Annas Maamun mulai bekerja sama dalam mengelola perkebunan kelapa sawit di Rokan Hilir. Ketika itu Annas Maamun masih menjadi bupati di sana.

Rektor Universitas Riau Aras Mulyadi membenarkan bahwa Gulat adalah seorang dosen di kampus yang dipimpinnya. "Dia mengajar di Fakultas Pertanian," ujarnya.

Menurut Aras, selain dosen, Gulat Manurung juga dikenal aktif di organisasi petani kelapa sawit. Namun dia tidak tahu persis rekam jejak Gulat Manurung selama di kampus. Kendati demikian, dia mengaku prihatin atas keterlibatan Gulat Manurung dalam kasus suap izin lahan tersebut. "Tidak menyangka dia ikut terlibat," katanya.

Pihak kampus belum mengambil sikap terkait status Gulat Manurung yang sudah menjadi tersangka. "Kami belum tahu persis sudah sampai mana kasusnya. Namun, kalau sudah tersangka, kami akan proses sesuai prosedur yang berlaku," katanya. (tempo)