Kabut asap dilihat dari gedung DPRD Kuansing ke arah Sport Centre. ( ktc )

Asap Kiriman Landa Kuansing, BLH Minta Bantuan Alat Ukur Kualitas Udara ke Provinsi

Selasa,15 September 2014 - 05:21:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN – Kabut asap pekat mulai menyelemuti langit kabupaten Kuantan Singingi. Kabut asap semakin terlihat tebal sejak pukul  11.00  , Senin ( 15/9/2014 ) hingga sore. Diperkirakan, kabut asap ini merupakan kiriman dari provinsi Sumtara Selatan dan provinsi  Jambi.

Kepekatan asap memuncak pada pukul 11.30 hingga 12.00, saat itu jarak pandang saat itu hanya sekitar 300 meter namun berangsur membaik menjelang sore, akibatnya warga yang tidak mengira bakal datangnya kabut asap tidak menggunakan masker saat berada diluar. Mereka rata-rata  merasak udara kurang sehat,  apalagi tiga hari sebelumnya asap  sudah mulai terlihat namu tidak sepekat pada hari Senin kemaren.

Pantauan dari kompleks Pemda Kuansing yang berada diketinggian, memang terlihat hampir seluruh wilayah Kuansing  terlihat kabut asap.  Akibat kabut asap ini, warga di kota Teluk Kuantan mulai merasakan dampaknya, seperti mata perih dan sesak nafas. Warga mengharapkan agar kabut asap cepat berlalu, sehingga  tidak perlu was-was saat berada di luar rumah.

“ Cukup tebal dan buat mata perih dan sesak nafas kalau sedang dijalan dan diluar rumah,”ujar Sujadi salah seorang warga Teluk Kuantan yang sedang berada di kantor Bappeda Kuansing.

Kalau kabut asap bertahan selama beberapa hari ujarnya, dapat membahyakan anak-anak. “ Mudah-mudahan hujan dan angin turun, sehingga kabut asap hilang,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) Kuansing, Hardi Yacub SP mengakui kabut asap yang melanda Kuansing kali ini lumayan tebal. Menurutnya, kabut asap itu merupakan kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi.

“ Untuk Kuansing sendiri relati nihil titik apinya, hanya Sabtu ada dua titik, sementara hari Minggu nihil,”ujarnya.

Sebagai langkah antispasi dampak kabut asap, menurut Hardi Yacub, dirinya sudah menghubungi Kepala BLH Provinsi Riau, untuk meminta bantuan alat pengukur udara. “ Kalau mereka punya  Kita minta di kirim ke Kuansing, untuk menentukan apakah kualitas udara saat ini sudah berbahaya atau tidak,’ujarnya.

Jika berbahaya akan menjadi landasan untuk  solusi selanjutnya terkait kabut asap ini seperti meliburkan pelajar. “ Karena untuk kabupaten di Riau Kita berbatasan dengan Jambi dan dekat dengan Sumatera Selatan, Kita yang akan terkena dampak pertama kali untuk daerah Riau,”ujarnya.

Menindaklanjuti permintaan BLH Kuansing ujar Hardi Yacub, BLH Provinsi Riau akan berkoordinasi dengan Kantor Regional Kementrian Lingkungan Hidup yang ada di Pekanbaru.” Karena mereka yang memiliki alat pengukur udara,”pungkasnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT