Masalah sampah masih menjadi perbincangan hangat dan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. Global Waste Management Outlook 2024 memperkirakan 2,1 miliar ton sampah tahun 2023 akan meningkat menjadi 3,8 miliar ton pada tahun 2050. Masalah yang sama juga terjadi di 317 kabupaten se-Indonesia. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024, jumlah sampah dari total 317 kabupaten mencapai 34,2 ton/tahun. Pengurangan sampah dari seluruh kabupaten di Indonesia sebanyak 13.24% (4,5 ton) dan sebanyak 46.51% (15,9 ton) sudah ditangani, sedangkan sisanya belum ditangani dan dikelola dengan baik.
Kebiasaan yang Mengancam Kesehatan
Kabupaten Kuantan Singingi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Riau. Berbagai kebiasaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dalam membuang dan mengelola sampah masih menjadi penyebab permasalahan lingkungan. Masyarakat kerap membuang sampah ke Sungai Kuantan (nama sungai yang terbentang luas di Kabupaten Kuantan Singingi), membakar sampah, dan membuang sampah sembarangan.
Membuang sampah ke sungai akan menyebabkan sungai tercemar dan berisiko buruk terhadap kesehatan masyarakat. Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi membuang sampah ke Sungai Kuantan hampir setiap hari. Hal ini berisiko pada kesehatan masyarakat, seperti masalah pencernaan, bronkitis, TBC (Tuberkulosis), penyakit ginjal, dan tumor.
Membakar sampah juga memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, terutama jika dilakukan secara terus menerus. Membakar sampah bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi bukanlah hal yang baru. Kebiasaan membakar sampah ini hampir dilakukan setiap hari dan dilakukan berkali-kali di setiap harinya. Jika kebiasaan ini tidak ditangani dengan baik, maka beberapa masalah kesehatan akan muncul di kalangan masyarakat. Beberapa masalah kesehatan yang akan terjadi adalah asma, penyakit paru, kanker, sistem kekebalan tubuh, sistem endokrin, sistem reproduksi, dan sistem perkembangan anak muda.
Penguatan Implementasi Peraturan Bupati yang telah Diatur
Penguatan peraturan yang telah diresmikan ini sangat perlu dilakukan guna mensukseskan beberapa program dan strategi yang tertuang dalam peraturan yang telah ada.
Pengadaan Fasilitas dan Program Pengolahan Sampah seperti Bank Sampah, Komposting, TPS3R/TPU/ITF, TPA, Produk Kreatif, dan Sumber Energi
Mengadopsi program pengolahan sampah berbasis komunitas perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi kepada masyarakat dengan pendekatan yang menyeluruh. Hal ini dikarenakan sampah yang dihasilkan di lingkungan Kabupaten Kuantan Singingi adalah berasal dari masyarakat dan mereka juga menerima dampak buruk dari masalah ini. Salah satu aksi nyata yang sudah berhasil dilakukan sebagai upaya pengelolaan sampah di tengah kedaruratan sampah oleh Pemerintah setempat adalah Dusun Sukunan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa produk pengolahan sampah yang telah berhasil menurunkan jumlah sebaran sampah di lokasi ini adalah biopot, komposter, kerajinan kreatif, biopori, water heater homemade, shower homemade, urinoid, bank sampah, dan ipal komunal.
Sosialisasi dan Kolaborasi antar Seluruh Lapisan Terkait
Strategi sosialisasi dan kolaborasi dapat dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Tokoh Masyarakat, LSM Lingkungan, Komunitas Peduli Lingkungan, Kelompok Pemuda, Masyarakat secara Umum. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kepada masyarakat perlu dilakukan sebagai aksi sosialisasi dan pengenalan upaya pengolahan sampah yang ramah lingkungan.
Beberapa upaya yang diajukan diatas tidak hanya memberikan dampak baik pada lingkungan dan kesehatan, namun juga akan bernilai ekonomis dengan menerapkan produk pengolahan sampah yang direkomendasikan. Hal ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam mengatasi masalah sampah dengan bijak dan tepat. Dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam mewujudkan aksi nyata pengurangan dan pengolahan sampah. Mari kita wujudkan Kabupaten Kuantan Singingi yang sehat dan bersih.
“Basatu Nagori Maju”
Kata Kunci: Sampah, Kanker, Sungai, Membakar, Bank Sampah
Penulis: Bella Novriani, SKM, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM

