Bawang putih. ( isa )

Bawang Putih Melonjak, Bawang Merah Normal

Kamis,20 Maret 2013 - 10:43:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Gejolak harga bawang putih dan bawang merah juga merambah Kuansing. Namun setakat ini, belum terjadi gejolak yang besar akibat kenaikan dan kelangkaan kedua komoditas yang penting dalam kegiatan masakan ini.

" Kalau hasil pantauan Kita, harga bawang putih dan harga bawang merah di Kuansing naik cukup tinggi, kalau belum terjadi gejolak seperti didaerah lain mungkin karena ekonomi warga semakin baik, namun demikian Kita tetap pantau kenaikan harga keduanya sehingga tidak memberatkan masyarakat dan untuk mengambil langkah-langkah jika terjadi gejolak luas ditengah masyarakat,"ujar Kadis Koperasi Industri dan Perdagangan Kuansing, Tarmis, S.Pd diruang kerjanya, Selasa ( 20/3 ) siang.

Dari hasil pantauan staf ujarnya untuk bawang putih kenaikannya dari Rp 12 sampai dengan 14 ribu per kilo hingga Rp 36 ribu perkilo. Kalau melihat kenaikannya memang cukup tinggi. Begitu juga dengan kenaikan harga bawang merah, juga cukup tinggi.

" Untuk data kenaikan harga bawang merah terakhir belum ada laporan dari staf walaupun mereka sudah turun memantau,"ujarnya.

Khusus untuk bawang putih ujarnya, kenaikan harga yang cukup fantastis tersebut karena pasokan yang semakin minim. Hal ini merupakan akibat dari keluarnya Permentan Nomor 60 Tahun 2012 tentang rekomendasi impor produk holtikultura ( RPH ) sejak sejak akhir yang menyebabkan muncul pemain dan importir baru yang menyebabkan pasar bergejolak. Beberapa dampak dari penerapan Permentan tersebut ujarnya berupa hilangnya gairah importir dalam menjual bawang putih dipasaran karena keuntungan yang sedikit. Dilain sisi hilangnya gairah importir dimanfaatkan sejumlah spekulan untuk menimbun atau menahan bawang putih agar semakin sedikit di pasaran.

" Dengan sedikitnya jumlah bawang putih yang beredar ditengah-tengah masyarakat, maka harganya menjadi naik, kunci nya memang harus ada penindakan bagi penimbun,"ujarnya.

Untuk bawang merah ujarnya, stok di Kuansing masih tertolong oleh pasokan dari Sumatera Barat yang masih cukup banyak dan normal dipasaran, apalagi Sumbar relatif dekat dengan Kuansing sehingga harganya juga tidak terlalu melonjak dibandingkan dengan harga bawang putih. Karena permasalahan ini terjadi akibat putusan di pusat ujarnya, maka pemerintah pusat diiminta untuk segera menuntaskan permasalahan tersebut, karena bawang putih sebagian merupakan produk impor. Tapi untuk daerah pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan terus melakukan pemantauan terutama jika terjadi kemungkinan penimbunan stok dua komoditas ini ditengah-tengah masyarakat,"pungkasnya. ( isa  )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT