Masih Sedikit, Baru 60 Gedung dan Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun di Kuansing

Masih Sedikit, Baru 60 Gedung dan Gerai Koperasi Merah Putih Dibangun di Kuansing
Desain gedung dan gerai koperasi merah putih

TELUK KUANTAN - Sampai sekarang jumlah pembangunan gedung dan gerai koperasi merah putih ( KMP) di Kuansing baru terealisasi 26 persen. Relatif masih kecil dari 229 jumlah desa dan kelurahan.

" Baru 60 gedung dan gerai KMP yang dimulai pembangunannya di Kuansing,"kata Kepala Bidang Perkoperasian dan UKM Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kuansing, Endripon, Jumat (20/2/26).

Mengapa masih sedikit, salah satu penyebab menurutnya karena faktor ketersediaan lahan.

" Syarat lahan luasnya 1000 meter persegi. Sedangkan luas gedung 30 x 20 meter atau 600 meter persegi. Diluar lahan untuk gedung dipakai untuk areal parkir,"ujarnya.

Setelah luas lahan tercukupi tim terkait memverifikasi  legalitas lahan dan pola pemanfaatan lahan yang dipakai.

" Kita menggunakan sistem pinjam pakai lahan. Kalau menggunakan lahan Pemerintah provinsi mana persetujuan Gubernur. Kalau lahan kabupaten dan desa mana persetujuan Bupati dan Kepala Desa,"katanya.

" Setelah proses verifikasi selesai baru lanjut pembangunan dengan desain yang sudah ditetapkan sama di Indonesia,"sambungnya.

Sementara bagi kelurahan dan desa yang belum mampu menyediakan lahan 1000 meter persegi rencananya kata Endripon akan dilanjutkan pembangunannya dalam kategori tahap II.

Dalam tahap II dengan keterbatasan luas lahan kemungkinan akan dilakukan penyesuaian bentuk gedung. 

" Yang tadinya satu lantai menjadi dua lantai. Sehingga luas bangunan gedung tetap 600 meter dan areal parkir tetap ada,"terangnya.

Perubahan desain pada tahap II peluangnya besar. Sebab banyak kelurahan dan desa yang tidak bisa mencari lahan 1000 meter persegi.

" Contoh kelurahan di kota-kota akan sulit mencari lahan seluas 1000,"ujarnya.

Termasuk untuk Kuansing. Menurut Endripon, desa-desa yang ada di kawassn eks trans yang mudah mendapatkan lahan 1000 meter persegi.

Sementara desa-desa disepanjang sungai Kuantan  sudah banyak yang sulit mencari lahan seluas itu apalagi ditempat-tempat straregis. 

“ Namanya badan usaha tentu lokasi lahan harus strategis,”katanya. ( idi )

Berita Lainnya

Index