ilustrasi. ( ktc )

Warga Keluhkan Harga Elpiji 12 Kilogram

Senin,13 Januari 2014 - 11:38:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...


TELUK KUANTAN  - Sejumlah warga mengeluhkan masih mahalnya harga elpiji 12 kilogram di Kabupaten Kuantan Singingi. Pasalnya, masih ada agen yang menjual elpiji diatas Rp170 ribu.

"Kenapa masih ada elpiji 12 kilogram dijual seharga Rp170 ribu di Teluk Kuantan, padahal kan harganya tidak seberapa kenaikannya," tanya Aldi, salah seorang warga Teluk Kuantan kepada wartawan Minggu  (12/1).

Ia mengaku, sempat mempertanyakan harga itu kepada agen tersebut. Namun menurutnya, agen tersebut beralasan, bahwa modalnya untuk membeli elpiji tersebut modal lama. "Tak bisa kita jual dibawah itu, soalnya itu modal lama, karena elpiji ini kita beli mendakati harga tersebut," kata Agen Elpiji tersebut yang ditirukan Aldi.

Namun karena butuh, dan agen lain tidak ada yang buka pada waktu itu, Aldi terpaksa membelinya. "Ada sejumlah agen saya hubungi, memang harganya agak dibawah berkisar Rp120 dan Rp130 ribu, tapi tidak dibuka. Ya, terpaksa kita beli elpiji dengan harga mahal," kesalnya.

Ia berharap, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Kopindag) Kuansing mengawasi harga elpiji di seluruh agen yang ada di Kuansing, khususnya Teluk Kuantan. "Tak bisa ini dibiarkan, dinas terkait harus menegurnya," harap Aldi.

Selain Aldi, salah seorang pemilik kedai kopi, Aseng juga mengaku kecewa dengan harga elpiji yang masih mahal. "Katanya harga elpiji sudah turun, tapi kenapa masih ada harga mahal yang kita temukan," katanya.

Sementara itu, sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kuansing merencanakan melakukan pengawasan secara ketat terhadap sejumlah agen elpiji yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya kenaikan harga di luar ketentuan pemerintah.

"Dengan kenaikan elpiji 12 kilogram, tentunya supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, agen-agen yang ada akan kita awasi dengan ketat, sehingga mereka tidak bisa menaikkan elpiji seenaknya," kata Kepala Diskopindag Kuansing, H Tarmis SPd MM

Sebelum naik, kata Tarmis, harga elpiji 12 kilogram di Kuansing berkisar Rp120 ribu. Dan kenaikannya itu tidak seberapa. Namun dari harga yang berkembang saat ini, harganya dipasaran sekarang menjadi Rp170 ribu. "Ini yang akan kita awasi, adanya kenaikan harga di luar ketentuan pemerintah," katanya.

Ia berharap, kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang berlaku secara nasional hendaknya tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Pasalnya, sama dengan kenaikan BBM, situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan di daerah ini tetap kondusif. "Mudah-mudahan tidak ada gejolak yang berarti, dan kita minta supaya para agen menaikkan harganya sesuai dengan yang ditetap pemerintah," ujarnya mengingatkan.( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT