PEKANBARU - Berdasarkan hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, produksi cabai rawit segar pada tahun 2012 di Riau naik 624 ton atau 4,65 persen dibandingkan tahun 2011.
Sehingga produksi cabai rawit segar dengan tangkai tahun 2012 sebesar 9.954 ton. "Sedangkan produksi 2013 baru bisa terlihat awal tahun 2014 nanti," ujar Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad.
Ia menyebutkan, luas panen cabai rawit pada 2012 sebesar 1.395 hektar dengan produktivitas lahan cabai rawit di Riau rata-rata mencapai 4,27 ton per hektar.
"Kenaikan produksi cabai rawit disebabkan kenaikan produktivitas sebesar 2,7 ton per hektar atau 6,75 persen. Kemudian, luas panen juga naik sebesar 62 hektar atau 4,65 persen dibandingkan tahun 2011," paparnya.
Meski begitu, produksi cabai besar segar dengan tangkai pada 2012 justru turun 551 ton atau 5,24 persen dibandingkan 2011. Karena produksi cabai besar pada 2012 tercatat hanya 9.954 ton.
Sementara luas panen cabai besar mencapai 2.093 hektar dan rata-rata produktivitasnya 4,76 ton per hektar. "Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya luas panen sebesar 97 hektar atau 4,43 persen. Termasuk juga produktivita yang menurun," terang Mawardi. ( politikriau.com )
Produksi Cabai Rawit Riau Meningkat
Redaksi
Sabtu, 17 Agustus 2013 - 10:06:00 WIB
Cabe Rawit. ( politikriau.com )
Pilihan Redaksi
IndexWah, Terinspirasi dari Jokowi, Pasangan Lurus Luncurkan Kartu Riau Sejahtera
Berniat Beli Senpi dengan Upal, 2 Pemuda Dikerangkeng
Sukarmis : Kuansing Dukung Ketua Golkar Riau Jadi Cagubri
Sekda Buka Acara Legal Drafting Penyusunan Prohuda
Ustazah Mama Dedeh Bakal Meriahkan HUT Kuansing
Lakukan Reevaluasi Pendirian Kabupaten Kuansing
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi
Cegah Kerugian Petani, Kopdagrin Bakal Periksa Akurasi Timbangan Milik PKS dan RAM
Rabu, 29 April 2026 - 12:27:07 Wib Ekonomi
Masih Minim, Bapenda Akan Genjot Pajak Dari Galian C Ilegal Yang Ada di Kuansing
Ahad, 22 Februari 2026 - 15:58:42 Wib Ekonomi
Surat Peringatan 3 Berakhir, Pemkab Kuansing Siapkan Rekomendasi Untuk PT WSN
Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:55:30 Wib Ekonomi

