TELUKKUANTAN - Opret Jembatan Sungai lintang yang terdapat pada ruas jalan Sungai Jering-Teratak Air Hitam amblas dihantam banjir pada tahun 2024 yang lalu. Kerusakan juga terjadi pada lantai jembatan.
Pemkab Kuansing lantas membuat penanganan darurat pada jembatan itu agar tetap dapat dilewati. Namun pada bulan Februari 2026 jembatan darurat kembali amblas .
Pemkab dan Polres lalu melaramg kenderaan melewati jembatan ini. Namun mengingat jembatan ini vital, warga melakukan penimbunan secara swadaya agar bisa dilewati.
Tokoh pendiri Kuansing, Dr Mardinto Manan, MT menyatakan, Pemkab Kuansimg dinilainya lambat membangun jembatan baru .
" Sejak tahun 2024 sampai tahun 2026 belum juga dibangun. Termasuk lamban penanganan, "kata Mardianto Manan, Jumat (2/10/26).
Padahal menurutnya pembangunan jembatan Sungai Lintang masuk dalam kategori sangat mendesak
Karena jembatan itu berada pada ruas jalan vital dari kawasan Inhil, Inhu, bagian hilir Kuansing ke Kota Teluk Kuantann, Pekanbaru serta Sumbar dan sebaliknya.
Ahli tata ruang dan perencanaan wilayah dari UIR tersebut khawatir dengan musim yang akan datang disertai banjir, jembatan itu kembali amblas dan menganggu transportasi.
" Jembatan ini vital untuk transportasi dan menunjang perekonomian,"ujarnya.
" Harusnya cepat tanggap Pemkab, jangan tarik ulurlah karena urat nadi desa dan antar kota kabupaten di Riau. Kalaupun batal ditahun anggaran sebelumnya, maka Bupati dan DPRD prioritaskan pada tahun berikutnya,"pinta mantan Sekjen IKKS Pekanbaru.
Sedangkan Kepala Bappeda dan Litbang Kuansing, Hendra Roza, rencananya tahun 2026 ini.
" Tapi tidak jadi info dari Kadis Pupr karena khawatir terlambat,"ujarhya.
Oleh sebab itu tahun anggaran 2027 tidak dianggarkan. Namun kata Hendda masih bisa nanti dipembahasan Ranperda 2027.( os )
.

