Sungai Kuantan Keruh dan Jorok Akibat Dompeng, Dapat Perburuk Citra Pacu Jalur Dimata Turis

Sungai Kuantan Keruh dan Jorok Akibat Dompeng, Dapat Perburuk Citra Pacu Jalur Dimata Turis

TELUK KUANTAN - Sukses penyelenggaraan pacu jalur di Tepian Narosa bulan agustus depan tergantung dukungan banyak pihak. 

Salah satu yang mendapat sorotan besar yakni pencemaran berat sungai Kuantan akibat penambangan emas tanpa izin dan sampah..

Jika tidak diatasi secepatnya, pamor pacu jalur yang sudah terkenal didunia akan rontok saat para turis melihat lansgsung sungai Kuantan yang keruh, bau dan jorok. 

Masalah bertambah dengan masalah klasik yakni, keberadaan sampah disungai Kuantan dan arena pacu jalur tepian Narosa.

Kemampuan mengatasi dua masalah vital ini akan menambah citra positif pacu jalur, baik bagi wisatwan dalam dan luat negeri.

Menurut pemerhati lingkungan dari UIR, Dr Mardianto Manan, MT, kondisi air sungai Kuantan sangat keruh, bercampur tanah dan tercemar akibat ulah segelintir orang demi uang tanpa peduli dengan lingkungan dan kepentingan masyarakat lainnya. 

Hal itu terjadi akibat kegiatan Peti di Kuantan terlebih dibagian hulu hingga ke daerah perbatasan Riau-Sumbar.

Menurutnya, sejak saat ini Peti disepanjang  sungai Kuantan sudah harus diberantas. Agar saat puncak pacu jalur di tepian Narosa kondisinya sudah agak normal. 

" Tidak seperti saat ini keruh, berlumpur dan jorok"katanya," Selasa ( 15/7/25).

Bukan hanya menjelang pacu jalur katanya, namun selamanya sungai Kuantan bersih  dan tidak tercemar. Karena sungai bagian dari nadi kehidupan masyarakat Kuansing.

Seperti musim kemarau saat ini, sumur-sumur dirumah warga sudah kehabisan air. Pilihan warga dari sungai dan membeli air.

" Ke sungai Kuantan tidak mungkin karena tidak dapat dimanfaatkan lagi. Membeli air dalam kondisi ekonomi saat ini sangat berat,"ujarnya.

" Bayangkan susahnya warga mencari bersih. Yang kaya bisa membuat sumur artesis "katanya.

Melihat skala pencemaran  sungai Kuantan yang sudah dititik nadir, menurutnya Pemkab dan Polres Kuansing perlu melibatkan Gubri dan Kapolda Riau.

" Karena Gubri dan Kapolda dapat berkoordinas dengan Gubernur dan Kapolda Sumbar dalam menertibkan Peti diperbatasan,"ujarnya.

Negara katanya perlu mengambil sikap soal pencemaran sungai. Seperti sikap tegas negara terhadap perambah hutan lindung, konservassi dan HPT.

" Sekarang mau atau tidak, itu saja,"pungkasnya. ( nto )

Berita Lainnya

Index