TELUK KUANTAN - Pabrik mini minyak goreng ( Pamigo ) di desa Simpang Raya Kecamatan Singingi Hilir belum berproduksi sampai saat ini.
Padahal groundbreaking atau peletakan batu perdana pendirian Pamigo ini hampir setahun yakni 14 Juni.2024 yang lalu.
Konsumen berharap segera berproduksi karena dapat memenuhi kebutuhan sekaligus menetralisir harga jual minyak goreng yang terjangkau.

Kadis Perkebunan dan Peternakan Kuansing, Andri Yama Putra melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran, Rudi Achmad Hariadi mengiyakan belum berproduksi.
Ia menerangkan alasannya. Menurutnya pasca groung breaking Juni tahun lalu dilanjutkan dengan pembangunan gedung pabrik. Setelah itu diteruskan dengan pemasangan seluruh peralatan mesin produksi dan pendukung.
" Walaupun bangunan sudah selesai dan semua peralatan sudah terpasang tidak lantas langsung berproduksi. Karena perlu diuji coba dulu. Ada tahapan-tahapannya. Sekarang tahap conditioning,"ujarnya, Senin (5/5/25).
Tahap conditioning sangat penting untuk memantau kondisi dan kinerja peralatan agar bekerja sesuai teknis dan prosedur.
" Dalam tahap conditioning dilakukan evaluasi jika ada permasalahan. Sehingga saat masuk tahap produksi tidak ada kendala lagi,"ujarnya.
Apalagi pendirian Pamigo di Kuansing merupakan yang perdana diseluruh Indonesia. Direktorat Jenderal Perkebunan mewanti-manti program Pamigo di Kuansing harus berhasil.
" Sebelum lebaran Kami ke Direktorat Jenderal Perkebunan. Mereka tekankan lagi Pamigo di Simpang Raya harus berhasil dan akan menjadi contoh bagi program serupa yang akan dilaksanakan didaerah lain,"ujarnya.
" Saat disana Kami melakukan evaluasi bersama-sama atas semua hal yang ditemui saat uji coba peralatan yang telah dilaksanakan,"katanya.
Dalam waktu dekat juga akan dilakukan uji coba dan conditioning mesin. Setelah bemar-benar baik baru masuk tahap produksi.
" Insya Allah tidak beberapa lama lagi akan berproduksi,"ujarnya saat ditanya target waktu produksi.
Rudi Achmad Hariadi menambahkan Pamigo di desa Simpang Raya dikelola Koperasi Produsen Unit Desa TufanTri Bakti. Ini merupakan program Dirjendbun melalui pendanaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
" Jika telah beroperasi penuh dapat berproduksi 5 hingga 10 ton minyak goreng perhari;"pungkasnya.
Hal sama dikatakan Kadis Kopdagrin Kuansing, Delis Martoni. Ia mendapat informasi karena masih uji coba mesin.
“ Kalau sudah produksi mereka melaporkan data ke Kopdagrin. Karena terkait industri dan perdagangan,”katanya.
Yang jelas kata Delis ketika telah berproduksi dapat dimanfatakan pelaku UKM di Kuansing sebagai peluang usaha sebagai agen dan distributor. ( isa)

