Kapolres saat memaparkan kasus hukum di Kuansing

Kapolres : Kasus Tindak Pidana Umum di Kuansing Tahun 2019 Menurun

Rabu,31 Desember 2019 - 06:10:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUKKUANTAN - Jumlah tindak pidana umum di kabupaten Kuantan Singingi ( Kuansing), Riau yang terjadi selama tahun 2019 menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu.

Hal tersebut terungkap saat Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto memaparkan kondisi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam kurun waktu 2019, Selasa ( 32/12/2019 ) diaula Satlantas Polres Kuansing.

Hadir pada acara ini Wakapoles Kuansing, Kompol Razif, para Kabag dan Kasat dilingkungan Polres Kuansing.

Selama setahun, bebernya untuk tindak pidana umum ditangani sebanyak 169 kasus tindak pidana umum (Pidum) sedangkan tindak pidana khusus 22 kasus.

"Ini diluar kasus narkoba. Ditangani baik yang melapor maupun tangkap tangan," kata Kapolres AKBP Henky Poerwanto.

Jumlah ini diakuinya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah kasus yang ditangani di polres kota besar.

"Tentu kami berharap, tindak pidana ini bisa dilakukan pencegahan sedini mungkin. Maka, kami berharap agar suasana itu kondusif," harapnya.

Dari 169 kasus pidana umum yang ditangani, disampaikan Kapolres Kuansing yang paling banyak itu kasus curat sebanyak 37 kasus. Curanmor sebanyak 20. Dan penggelapan sebanyak 16 kasus dan yang lainnya.

"Jumlah ini bila dibandingkan di tahun sebelumnya mengalami penurunan. Dari 237 menjadi 169. Turun karena adanya upaya preventif dari kepolisian dan tumbuh kembangnya kesadaran masyarakat. Masyarakat mempunyai peran serta yang bagi mencegah peran serta di wilayahnya," ujarnya.

Dari jumlah 169 itu pula, sebanyak 111 kasus sudah diselesaikan. Atau 65,68 persen. Dan yang menjadi tunggakan kasus, katanya, akan tetap diselesaikan.

"Berarti ada tunggakan 58 kasus," sebutnya.

Sedangkan tindak pidana khusus, dari 22 kasus. Kata Kapolres Kuansing, ilegal logging sebanyak 6 kasus, PETI sebanyak 9 kasus, karhutla sebanyak 4 kasua dan bea cukai 1 kasus.

"Ini yang telah kami tangani selama 2019," katanya.( mad)

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT