Salah satu lampu colok yang dibuat warga dusun I desa Pisang Berebus kec. Guntor. ( ktc )

Lampu Colok di Kari dan Gunung Toar Tarik Perhatian Warga

Jumat,16 Juli 2015 - 10:53:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Malam takbiran di Kenegerian Kari kecamatan Kuantan Tengah dan di kecamatan Gunung Toar selalu menarik perhatian warga. Pasalnya disepanjang jalan mereka memasang lampu colok yang beraneka bentuk dan  kreasi sehingga menambah kesemarakan dan kemeriahan menyambut hari kemenangan, termasuk pada malam takbiran 1436 H tahun ini, lampu colok tidak hanya dirasakan warga namun juga pengendara yang sedang melintas.

Bagi warga perantau yang pulang kampung, suasana kemeriahaan seperti ini sangat dinantikan dan dirindukan. Karena selain melihat lampu colok, warga juga banyak berjalan kaki dan menjaga agar lampu colok tidak padam dihembus angin terutama saat kenderaan lewat, sehingga kebersamaan terlihat saat itu. Hal yang sama dirasakan oleh warga dikampung terutama para anak-anak, mereka terlihat begitu antusias melihat aneka lampu colok yang terpasang disepanjang jalan.

Warga yang sedang melintas tak jarang berhenti untuk mengabadikan lampu colok yang meriah tersebut, terutama di lampu colok yang bertuliskan selamat Idul Fitri 1436 Hiriah dan tulisan maaf lahir dan bathin.

Kepala Dusun I desa Pisang Berebus, M.Kifti mengakui setiap tahun mereka menggelar lampur colok. Ada yang dipasang disepanjang jalan ada yang dibentuk khusus untuk bisa memperlihatkan selamat Idul Fitri dengan lampu colok.

" Ada juga yang Kita pasang dibatang dan batang yang dipotong dan ditancap ditanah. Walau perlu kerja keras, namun ini untuk memeriahkan suasana Idul Fitri dan sudah menjadi tradisi sejak bertahun-tahun,"ujarnya.

" Lampu colok juga dilombakan antar dusun di desa, nanti pemenang akan diumumkan saat sholat Idul Fitri,"ujarnya.

Mengenai dana untuk pembelian minyak tanah menurutnya berdasarkan sumbangan dermawan dan warga yang memiliki kemampuan. " Ini berkat kerjasama yang baik antar sesama warga sehingga bisa terus bertahan, kalau pagi hari raya kedua atau ketiga baru dilakukan lomba panjat pinang dan permainan tradisonal lainnya seperti lomba makan kerupuk atau lomba-lomba pacu karung dan lomba-lomba lucu lainnya,"pungkas M.Kifti. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT