Sawah warga yang baru ditanam yang dilanda Fuso akibat banjir di desa Pulau Baru Kopah. ( ktc )

Banjir Akibat 300,0 Hektar Sawah Warga Fuso, Perlu Bantuan Benih Untuk Tanam Ulang

Senin,30 November 2014 - 05:53:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

SENTAJO RAYA - Akibat banjir yang merendam lahan sawah milik warga Kuantan Singingi selama tiga kali membuat padi yang baru ditanam hancur alias fuso dan harus ditanam ulang agar warga tetap dapat menikmati panen padi.
Sementara itu data yang dirangkum dinas Tanaman Pangan Kuansing, akibat banjir yang sempat melanda Kuansing selama tiga kali, membuat lebih kurang 300,9 hektar lahan persawahan di Kuansing mengalami fuso.

“ Sekitar 300,9 hektar sawah di Kabupaten Kuantan Singingi terkena puso dan harus ditanam ulang,” tutur Kadis Tanaman Pangan Kuansing, Ir. H.  Maisir didampingi Kepala UPTD Kecamatan Sentajo Raya dan Kepala UPTD Kecamatan Benai saat meninjau lahan sawah warga Desa Pulau Kepung Sentajo Kecamatan Sentajo Raya Sabtu siang (29/11/2014 ) kemaren.

Diakui Maisir lahan padi masyarakat yang terparah dilanda fuso cukup terdapat di  Desa Pulau Baru Kopah dan di desa Munsalo Kuantan Tengah. Dari hasil peninjauan mereka ke lapangan, sebagian padi yang baru ditanam sudah mulai membusuk dan banyak yang patah akibat banjir tersebut.

Untuk meringnkan beban warga ujarnya, Dinas Tanaman Pangan Kuansing akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten untuk membeli benih padi bagi para petani di seluruh wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

“ Kita rencanakan untuk 1 hektare lahan pembenihan akan dibantu 25 kilogram bibit benih padi, sedangkan jenis benih tergantung keinginan petani,”ujarnya.

Maisir  berjanji akan memperjuangkan hal ini semaksimal mungkin. Karena tanaman padi bagi warga Kuansing merupakan upaya warga membuat stok beras selama setahun. " Kalau panen berhasil warga tidak lagi mengeluarkan uang untuk membeli beras, dan uang dapat untuk biaya  sekolah, biaya kuliah dan keperluan rumah tangga lainnya," ujar Maisir mengakhiri.( yus )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT