Bangunan Pendopo Komplek Pekuburan Cina yang dijadikan lokasi mesum oleh Rd dan Fk. ( ktc )

Ditangkap Massa Saat Mesum di Kuburan, Dua Sejoli Diarak dengan Hanya Pakai CD dan BH

Kamis, 30 Oktober 2014 - 04:13:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

 TELUK KUANTAN – Masyarakat kelurahan Sungai Jering khususnya yang berada di lingkungan I, Rabu ( 29/10/2014 ) malam heboh. Kehebohan warga terjadi saat ratusan pemuda setempat mengarak dua pasangan muda mudi di jalan Proklamasi dalam keadaan hanya menggunakan celana dalam ( CD ) dan BH usai kepergok berbuat mesum di areal pekuburan Cina yang ada disekitar lokasi.

Aksi asusila yang dilakukan kedua pasangan ini tergolong nekad. Pasalnya sebelum mereka digerebek massa, kejadian serupa baru saja terjadi di desa Pulau Aro dan desa Beringin Taluk. Di dua desa ini, warga setempat juga berhasil menangkap pasangan tanpa ikatan resmi yang lagi mesum.

Dari informasi yang dirangkum di lapangan, sebelum  kedua sejoli yang lagi dimabuk asmara itu tertangkap lagi mengonai ( bersetubuh ), pada jam 21.30 terlihat masuk menggunakan sepeda motor Yahama Mio tanpa nomor polisi. Sejumlah pemuda setempat yang melihat kedua pasangan kekasih ini masuk lantas mengamati beberapa saat.

Setelah menunggu beberapa saat ternyata kedua pasangan tersebut tidak juga keluar dan menganggap keduanya akan berbuat tidak senonoh. Disaat yang sama  sebagian pemuda memberi tahu pemuda lain agar datang ke TKP. Setelah pemuda berkumpul dengan berjalan kaki, mereka kemudian memasuki areal pekuburan Cina menuju bangunan pendopo yang ada di kompleks makam dengan cara mengendap, jaraknya lebih kurang 100 meter dari jalan Porklamasi. Bangunan pendopo kompleks pekuburan Cina selama ini sering dijadikan tempat mojok dimalam hari karena gedung cukup luas dan lantai bersih dan gelap.

Dugaan pemuda ternyata benar, kedua pasangan tersebut mereka jumpai tengah asik melakukan hubungan sex layaknya suami istri dilantai pendopo, saat itu sang pria sedang berada diatas wanita tanpa sehelai benang pun alias bugil. Karena begitu asik kehadiran para pemuda yang sedang mengamati mereka tidak mereka sadari. Tanpa membuang waktu para pemuda lantas menangkap keduanya. Kedatangan pemuda tersebut sontak membuat mereka kaget namun tidak berdaya karena memang sedang dalam posisi bersetubuh dan sudah dikelilingi para pemuda. Pemuda lantas mengambil seluruh pakaian keduanya.  

Walaupun  aksi keduanya telah mengotori kampung, namun pemuda Sungai Jering tidak berbuat anarkis kepada kedua pasangan yang tertangkap basah saat sedang beraksi hot tersebut. Setelah sang wanita diminta menggunakan CD dan BH, sementara pria menggunakan CD, keduanya kemudian dibawa berjalan kaki ( diarak ) dari areal pekuburan Cina ke rumah ketua Pemuda Sungai Jering dekat SPBU yang berjarak 500 meter.

Saat diarak sepanjang jalan tersebut, keduanya tampak tertunduk lesu dan malu. Upaya pemuda untuk mengarak kedua pasangan mesum ini untuk memberi efek jera bagi pelaku dan warga lainnya yang dapat saja berbuat hal yang sama dikemudian hari yang sering dilakukan pada masa lalu dan cukup efektif menimbulkan shock therapy.

Setelah sampai di rumah ketua Pemuda dan hasil integorasi ternyata yang pria berasal  ari desa Pulau Banjar Kari kecamatan Kuantan Tengah dengan insial Rd yang berumur 24 tahun dan perempuan asal desa Koto Sentajo kecamatan Sentajo Raya dengan insisial Fk dengan umur 17 tahun.

Penggerebekan terhadap pasangan mesum tersebut dibenarkan Ketua Pemuda Kelurahan Sungai Jering, Ngadio yang ditanya wartawa, Kamis ( 30/10 ) kemaren. “ Ditangkap sekitar pukul 10.00 Rabu malam oleh ratusan Pemuda. Saat ditangkap dalam keadaan berbuat yang tidak senonoh ( mesum ) tanpa pakaian,”ujarnya.

Mengenai penyelesaian atas kasus yang cukup menghebohkan ini ujarnya, saat kedua pasangan ini sudah berada di rumah dirinya, saat yang bersamaan di SPBU Sungai Jering ada tokoh masyarakat Kecamatan Sentajo Raya, Rustam Efendi ( anggota dewan ) sedang mengisi BBM. Melihat ada  warga Koto Sentajo yang digerebek massa dirinya meminta pengertian kepada Ketua dan  pemuda Sungai Jering untuk menyelesaikan terlebih dahulu permasalahan ini di kampung mereka terutama statsu selanjutnya kedua insan ini.

Rustam Efendi lantas kemudian memanggil orang tua Fk agar datang. Setelah orang tua Fk sampai dan berunding dengan ketua Pemuda Sungai Jering, barulah Fk dibawa kembali  begitu juga Rd juga dibawa orang tuanya ke rumahnya.

“ Kita memberi persetujuan, namun sebagai jaminan sepeda motor ditahan pemuda Sungai Jering. Selain itu mereka berjanji akan kembali ke Sungai Jering menyelesaikan hal yang sama, namun hingga Kamis siang belum juga datang ke Sungai Jering,”ujarnya kesal.

Diakui Ngadio, areal pekuburan Cina tersebut sering jadi lokasi mojok selama ini, namun  upaya penangkapan sering kali gagal. “ Sehubungan peristiwa mesum beberapa hari belakangan di Teluk Kuantan pemuda Sungai Jering meningkatkan pengawasan,”ujarnya.

Kapolsek Kuantan Tengah, Kompol Jasamen Manurung yang dikonfirmasi wartawan, Kamis siang mengaku belum menerima laporan terkait hal ini.” Belum ada laporan yang masuk terkait hal ini, mungkin diselesaikan diantara kedua belah fihak,’ujarnya. ( isa )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT