JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang membenarkan adanya fenomena awan berbentuk unik di Padang Panjang, Sumatera Barat, pagi tadi. Namun masyarakat tak perlu khawatir karena fenomena ini tidak berdampak apa-apa.
"Memang ada awan berbentuk seperti itu sekitar pukul 10.00-11.00 WIB. Hingga saat ini, tidak ada dampak apa-apa," kata staf analisis BMKG Padang Panjang, Furqon Dawam Raharjo, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (6/4/2014).
Furqon menuturkan bahwa fenomena ini baru kali ini terjadi. Penyebabnya kemungkinan adalah berkumpulnya awan kumulonimbus atau disebut juga awan Cb.
"Biasanya tidak ada yang seperti itu. Di sini kondisi sedang mendung dan bisa jadi terbentuk awan seperti itu. Di pegunungan memang adalah tempat berkumpulnya awan kumulonimbus," ujar Furqon.
Sebelumnya, Anthony Saputra yang merupakan warga Silaing Bawah, Padang Panjang, Sumatera Barat, mengirimkan foto awan tersebut ke pasangmata.com. Menurutnya, awan itu terlihat selama 30 menit pada pukul 10.00 WIB. Dia kemudian mengabadikan awan itu dengan ponselnya.( sumber : detik.com )
BMKG: Awan Unik di Padang Panjang Tak Berdampak Apa-apa
Redaksi
Ahad, 06 April 2014 - 03:36:00 WIB
Awan berbentuk unik yang sempat muncul di Padang Panjang Sumatra Barat. ( Foto: Anthony/pasangmata.c
Pilihan Redaksi
IndexWah, Terinspirasi dari Jokowi, Pasangan Lurus Luncurkan Kartu Riau Sejahtera
Berniat Beli Senpi dengan Upal, 2 Pemuda Dikerangkeng
Sukarmis : Kuansing Dukung Ketua Golkar Riau Jadi Cagubri
Sekda Buka Acara Legal Drafting Penyusunan Prohuda
Ustazah Mama Dedeh Bakal Meriahkan HUT Kuansing
Lakukan Reevaluasi Pendirian Kabupaten Kuansing
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Sosial & Agama
Disbunnak Kuansing Sosialisasi Kegiatan SDM perkebunan yang didanai BPDD
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:10:29 Wib Sosial & Agama
Masjid Al Furqan Sungai Jering Terima 22 Sapi Kurban, Pemotongan Ajang Silahturahmi Warga
Rabu, 27 Mei 2026 - 09:09:37 Wib Sosial & Agama
PT Wanasari Nusantara Salurkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat
Selasa, 26 Mei 2026 - 13:15:39 Wib Sosial & Agama
Semakin Berkurang di Telukkuantan, Perlu Regenerasi Tukang Tombo dan Silek Pasombahan
Senin, 25 Mei 2026 - 12:03:20 Wib Sosial & Agama

