Ir Mardianto Manan saat bersilahturahmi dengan agen diterminal Teluk Kuantan. ( ktc )

Silahturahmi dengan Agen, Mardianto Manan Harapkan Terminal Teluk Kuantan Berjaya Seperti Dulu

Jumat,27 Maret 2014 - 06:53:00 WIB
Share Tweet Google +
Loading...

TELUK KUANTAN - Tokoh masyarakat Kuansing di Pekanbaru Ir Mardianto Manan, MT yang juga Caleg dari PAN untuk DPRD Riau dari Dapil Inhu-Kuansing berharap, keberadaan terminal angkutan perkotaan dan pedesaan di Kota Teluk Kuantan dapat difungsikan secara maksimal.
Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan usai bersilahturahmi dengan petugas loket ( agen ) di teminal tersebut, Kamis ( 27/3/2014 )  dirumah makan Edi yang ada dalam kompleks terminal itu. Silahturahmi tersebut dirajut dengan makan siang bersama dirinya dengan puluhan petugas loket yang sehari-hari bekerja diteminal tersebut.
Karena Mardianto Manan sering makan siang sebelumnya di tempat ini, keakraban terlihat dalam silahturahmi tersebut. Apalagi rata-rata agen di terminal ini sudah mengenalnya baik secara langsung maupun melalui koran. Karena itu saat hadir, Mardianto Manan terlihat bersalaman akrab dengan mereka.
" Mereka bapak dan abang-abang saya semuanya, sejak saya kuliah di Pekanbaru sudah tahu wajah-wajah mereka saat terminal di depan Mapolsek Kuantan Tengah, karena saat itu kan harus naik bus, yang membuat senang mereka cepat akrab dengan orang ,"ujarnya.
Mengenai pemungsian terminal kata mantan Sekjen Ikatan Keluarga Kuantan Singingi di Pekanbaru itu, sebab terminal Angkot dan Angpedes kota Teluk Kuantan sudah sangat representatif dari segi sarana dan prasarana. Jika difungsikan dengan maksimal akan berdampak pada daerah berupa PAD dan juga meningkakan pendapatan petugas loket yang ada diterminal ini.
Menurutnya, mereka yang bekerja sebagai agen  semasih berada di depan Mapolsek Kuantan Tengah mengalami masa kejayaan. Bahkan orang-orang yang bekerja diteminal dulu banyak yang menjadi tokoh-tokoh di Kuansing, seperti H Sukarmis dan H Saifullah Aprianto.
Mereka dikenal dan sukses dibidang politik dan usaha karena pernah mengabdi diterminal. Sebab ujarnya, pengalaman dikaki lima yang memerlukan solidaritas tinggi membuat mereka banyak diterima berbagai kalangan.
" Orang-orang yang bekerja dikaki lima kan memiliki solidaritas tinggi. Bahkan saat Kami silahturahmi ada petugas loket yang memberangkat penumpang yang tidak mampu ke Bengkulu. Duit penumpang cuma Rp 70 ribu namun mereka tetap memberangkatkan. Itu karena mereka memiliki sensitiftas yang tinggi terhadap nasib orang lain, dulu banyak juga anak-anak kuliah yang mereka bantu berangkat ke Pekanbaru, Padang dan Jawa karena tak cukup uang, semua Kuansing yang sukses saat ini dimasa lalu pernah merasakan jasa mereka,"ujarnya.
Untuk itu, Mardianto Manan berharap, agar keberadaan terminal Angklot dan Angpedes kembali dimaksimalkan . " Buatlah pengaturan yang membuat terminal kembali hidup,"ujarnya.
Sementara itu, Ajis salah seroang petugas lokek menyatakan memberi apresiasi kepada Mardianto Manan yang mau bersilahturahmi dengan mereka. " Pak Mardianto Manan sudah sering makan di sini, namun beliau kemaren mengajak Kami kembali makan bersama-sama,"ujarnya.
Ia berharap Mardianto Manan yang sering dibaca dimedia sebagai pengamaat perkotaan turut membantu memfungsikan terminal seperti sedia kala." Kami doakan beliau sukses dalam perjuangannya. Ia dosen , tokoh masyarakat Kuansing bahkan di Riau namun mau duduk bersama Kami,"pungkasnya. ( isa  )

TULIS KOMENTAR

Loading...

BERITA TERKAIT