BENGKALIS-Harga karet yang tak kunjung stabil membuat warga petani getah karet di Bengkalis merayakan lebaran ala kadarnya. Harga rendah telah dimulai sejak awal bulan Ramadhan kemarin.
Menurut Pian, salah seorang petani karet, warga Bantan Tua, Kecamatan Bantan, harga ojol sebelum masuk bulan Ramadan harganya stabil yakni 10-11 ribu/kilo, tapi mulai masuknya bulan puasa langsung turun drastis hingga 6 ribu/kilo. "Sekarang ini baru naik harganya menjadi 7 ribu," katanya.
Katanya, harga getah diibaratkan ombak, naik turun karena dipermainkan toke besar. "Cobalah lihat harga keluaran dari pabrik yang berbahan dari getah, itu harganya tidak akan pernah turun walau getah dari petani turun," sungutnya.
Pian yang telah menggeluti petani getah dari sejak lajang itu berharap pada pemerintah agar mau mengontrol para toke-toke besar yang selalu mempermainkan harga hasil petani itu.
"Jika pemerintah dari sekarang tidak mengontrol terkait harga hasil petani ini, macem mana mau mensejahterakan rakyat kecil apalagi tepat masuk bulan puasa hingga lebaran. Ya, akhirnya kita sebagai petani getah dalam menghadapi hari raya tahun ini dengan ala kadarnya," katanya. ( halloriau.com )
Harga Anjlok, Petani Karet Bengkalis Lebaran Ala Kadarnya
Redaksi
Ahad, 11 Agustus 2013 - 02:48:00 WIB
ilustrasi halloriau.com
Pilihan Redaksi
IndexWah, Terinspirasi dari Jokowi, Pasangan Lurus Luncurkan Kartu Riau Sejahtera
Berniat Beli Senpi dengan Upal, 2 Pemuda Dikerangkeng
Sukarmis : Kuansing Dukung Ketua Golkar Riau Jadi Cagubri
Sekda Buka Acara Legal Drafting Penyusunan Prohuda
Ustazah Mama Dedeh Bakal Meriahkan HUT Kuansing
Lakukan Reevaluasi Pendirian Kabupaten Kuansing
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Sosial & Agama
Disbunnak Kuansing Sosialisasi Kegiatan SDM perkebunan yang didanai BPDD
Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:10:29 Wib Sosial & Agama
Masjid Al Furqan Sungai Jering Terima 22 Sapi Kurban, Pemotongan Ajang Silahturahmi Warga
Rabu, 27 Mei 2026 - 09:09:37 Wib Sosial & Agama
PT Wanasari Nusantara Salurkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat
Selasa, 26 Mei 2026 - 13:15:39 Wib Sosial & Agama
Semakin Berkurang di Telukkuantan, Perlu Regenerasi Tukang Tombo dan Silek Pasombahan
Senin, 25 Mei 2026 - 12:03:20 Wib Sosial & Agama

