Pemda Kurang Kreatif Hadirkan Lampu dan Ornamen Semarakkan Ramadan

Pemda Kurang Kreatif Hadirkan Lampu dan Ornamen Semarakkan Ramadan

TELUK KUANTAN - Bulan Ramadan 1446 H tinggal hitungan hari. Kedatangan bulan penuh berkah ini disambut suka cita umat muslim seluruh dunia.

Selain momentum meningkatkan nilai-nilai agama dengan rangkaian ibadah, pada sejumlah negara dan daerah di Indonesia, kedatangan bulan penuh berkah ini juga disambut pernak-perhik yang makin menyemarakkan ramadan seperti lampu ramadan.

Banyak cara yang dilakukan umat Muslim di seluruh dunia untuk menyambut bulan Ramadhan. Setiap daerah memiliki tradisi dan keunikan masing-masing untuk merayakan datangnya bulan suci umat Islam itu. Salah satu contohnya adalah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). 

Di sana, bulan suci Ramdhan dirayakan dengan pertunjukan LED yang mengagumkan. Pada pusat kota dilengkapi dengan lampu yang berwarna-warni selama bulan Ramadhan dengan simbol-simbol bernuansa Ramadhan seperti bulan sabit, masjid, dan bintang berujung delapan.

Di Kota Solo juga demikian. Menjelang bulan Ramadan, lampion bergaya Islami sudah mulai terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman Kota Solo pada Senin (24/2/25).

Syaifull salah seorang warga dimasa lalu tradisi memeriahkan Ramadan dilakukan dengan pemasangan lampu colok dan sejenisnya.

Menurutnya dizaman modern sekarang usaha itu lebih mudah. Sehingga suasana Ramadan semakin terasa

Caranya Pemda harus kreatif  meminta instansi pemerintah dan swasta memasang lampu ramadan, seperti dipusat kota dan perempatan atau pertigaan strategis diibukota. Jadi suasana ramadan terasa dan semarak.

“ Orang dulu selain fokus ibadah juga berusaha memeriahkan ramadan dengan memasang lampu agar memberi kesan pada masyarakat. Sekarang hal itu lebih mudah karena ada lampu dan listrik, tinggal kemauan saja,”pungkasnya. ( nto )

Berita Lainnya

Index