Jasad Diduga Korban Galodo Sumbar Yang Ditenukan Hanyut di Sungai Kuantan Dibawa BPBD Sijunjung

Jasad Diduga Korban Galodo Sumbar Yang Ditenukan Hanyut di Sungai Kuantan Dibawa BPBD Sijunjung
Petugas BPBD Sijunjung saat akan membawa jenazah dari RSUD Teluk Kuanan

TELUK IUANTAN - Jenazah warga yang ditemukan mengapung di Desa Seberang Taluk Hilir Kecamatan Kuantan Tengah yang diduga salah satu korban terdampak Galodo atau banjir bandang Gunung Marapi Sumatera Barat diambil petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sijunjung di RSUD Teluk Kuantan, Selasa (14/5/24) malam.

"  Selasa malam petugas BPBD Sijunjung dengan tiga mobil sudah berada di RSUD,"ujar Daswir salah seorang tokoh Minang di Teluk Kuantan,  Selasa ( 14/5/24) usai membesuk ke RSUD Teluk Kuantan.

Kedatangannya ke RSUD juga menemani warga Kabupaten Tanah Datar di Teluk Kuantan yang salah satu keluarganya terdampak Galodo Marapi di Jorong Dusun Tuo Kecamatan Limo Kaum.

" Jadi 4 anggota keluarga teman Saya ini hilang pasca Galodo yang terdiri dari seorang nenek, ibu rumah tangga dan dua orang anak satu laki-laki dan satu perempuan,"katanya.

Satu diantaranya sudah ditemukan di Sijunjung yakni sang ibu rumah tangga. Sementara tiga orang lainnya yakni nenek dan dua orang anak belum.

Jadi ketika mendapat informasi penemuan jasad korban tenggelam di Sungai,  Kuantan temannya itu mengajak untuk mencari informasi ke RSUD.

" Hal itu pula yang mendorong petugas BPBD Sijunjung ke Kuansing. Mereka menduga jasad yang ditemukan disungai Kuantan bagian dari keluarga jasad ibu rumah tangga yang telah dtemukan mereka sebelumya,"katanya.

Namun dari keterangan petugas BPBD Sijunjung dan keluarga, diperkirakan jasad korban yang dtemukan disungai Kuantan bukan anak dari jasad ibu rumah tangga yang ditemukan sebelumnya di Sijunjung.

Sebab katanya umur anak dari jasad ibu yang ditemukan di Sijunjung berusia sekitar 9 tahun dan belum disunat. Sementara jasad korban yang ditemukan disungai Kuantan sudah disunat.

" Dari keterangan sementara petugas RSUD Teluk Kuantan usia korban sekitar 13 tahun atau sudah sekolah SMP,"katanya.

Menurutnya tidak ada identitas sama sekali pada jasad korban. 

" Jika korban yang ditemukan tanpa busana merupakan dampak dari Galodo diperkirakan korban sedang tertidur saat Galodo terjadi. Lumrah kalau tidur tidak pakai pakaian lengkap. Kadang pakai celana dalam sama selimut saja,"katanya.

Kepala korban juga pecah bagian ,depan atas yang diperkirakan akibat dihantam batu atau terbentur benda keras saat kejadian.

Dasrwir dan rekannya menduga jika jasad anak laki-laki yang ditemukan disungai Kuantan itu korban Galodo bisa jadi  masih merupakan warga Jorong Dusun Tuo Kecamatan Limo Kaum Kabupaten Tanah Datar. Sebab ada 20 warga Jorong Dusun Tuo yang hilang pasca kejadian.

" Mudah-mudahan dan mari berdoa semoga identitas korban segera diketahui,"katanya.

Kepala BPBD Kuansing, Yulizar, Rabu (15/5/24) mengaku jenazah sudah diambil petugas dari BPBD Sijunjung dengan menggunakan ambulans Puskesmas Kamang Baru.

Yulizar juga mengaku belum mendapat informasi tentang identitas korban. Karena saat ditemukan identitas korban. 

" Nanti petugas BPBD Sijunjung akan menelusuri lebih lanjut,"katanya. ( ms )

Berita Lainnya

Index