TELUK KUANTAN - Pulau Kopung, Kecamatan Sentajo Raya menjadi desa pertama di Kuantan Singingi ( Kuansing) Riau yang membentuk Koperasi Merah Putih.
" Yang pertama membentuk Koperasi Merah Putih desa Pulau Kopung Sentajo Raya,"kata Kadis Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuansing, Delis Martoni melalui Kabid Koperasi dan UKM, Endripon, Senin ( 12/5/25).
Mereka membentuk koperasi tersebut melalui musyawarah desa khusus ( Musdesus) yang dilaksanakan pada hari Selasa (6/5/25) yang lalu.
Setelah rapat membentuk koperasi akan dilanjutkan dengan pembuatan akte notaris sebagai badan hukum dalam beroperasi nantinya.
Endripon berharap desa lainnya dapat mengikuti langkah desa Pulau Kopung. Karena target Kuansing pada 12 Juli akan datang minimal separuh dari jumlah desa yang ada sudah membentuknya.
" Karena bertepatan tanggal 12 Juli akan dilakukan launching koperasi merah putih oleh Presiden Prabowo,"ujarnya.
" Semakin cepat seluruh desa membentuknya semakin baik. Karena segera dapat diajukan ke pusat,"katanya.
Yang utama katanya, ketika desa-desa yang ada telah membentuk koperasi merah putih segera dapat menerima bantuan dana lewat program tersebut.
" Besarnya dana antara Rp 3 M hingga Rp 6 M;"ujarnya.
Koperasi ini akan membantu masyarakat didesa karena bidang usaha cukup luas mulai dari Sembako, gas elpiji, pupuk subsidi dan yang lainnya dengan harga yang murah.
Karena tujuan Presiden Prabowo meluncurkan pembentukan koperasi ini untuk memotong jalur distribusi sehingga harga jual keanggota koperasi lebih murah.
" Jadi barang dari produsen langsung ke koperasi,"bebernya.
" Seluruh warga desa dan kelurahan akan menjadi anggota koperasi,"sambungnya.
Bidang koperasi dinas Kopdagrin sendiri katanya akan bekerja keras memfasilitasi pembentukan koperasi ini. Karena ada 229 desa dan kelurahan di Kuansing.
" Maka nanti dalam sehari bisa ada 3 Musdesus pembentukan koperasi merah putih oleh desa dan kelurahan. Bisa pagi, siang dan malam. Maka kepada desa Kita minta selalu berkoordinasi masalah jadwal Musdesus,"imbaunya.
Kehadiran mereka dalam Musdesus selain memfasilitasi juga memberi masukan mengenai kualifikasi pengurus.
" Pengurus misalnya harus yang faham manajemen, ekonomi, keuangan dan disiplin ilmu lainnya,"kata Endripon.
Karena sistem pengelolaan keuangan dan manajemen koperasi akan bersifat online. Jadi kementrian terkait yang ikut serta membina koperasi dapat memantau dan mengevaluasi secara online.( isa )