TELUK KUANTAN - Pemangku kepentingan di Kuansing baik eksekutif dan legislstif kurang memiliki konsep jelas dalam menberdayakan warga tempatan menyambut hadirnya pabrik pengolahan kelapa sawit ( PKS) baru.
Apalagi bagi warga tempatan yang tidak punya asset baik lahan dan perumahan akibat kemiskinan.
Hal itu dikatakan oleh Ketua LSM Permata Kuansing, Junaidi Affandi.
Menurutnya, saat investor akan dan telah mendirikan PKS dibarengi dengan program relokasi warga tempatan ke sekitar lokasi PKS tersebut.
Contoh saat ini di desa Logas dan Logas Hilir berdiri PKS baru. Disekitar kawasan itu dibangun pemukiman relokasi bagi warga tempatan.
" Formulanya bisa 50 - 50 persen warga tempatan desa lokasi PKS dan sisanya dari desa tempatan lainnya,"kata Junaidi.
" Setiap pemukiman relokasi berisi 50 sampai 100 unit rumah. Rumah bisa tipe 36,"ujarnya.
Dengan begitu warga tempatan nanti dapat memanfaatkan peluang usaha dan peluang kerja yang ada di PKS. Karena kehadiran PKS menciptakan lowongan kerja dan usaha.
" Mereka bisa membuka usaha kedai, warung, transportasi dan yang lain,"katanya.
“ Juga bekerja di PKS sehingga tidak petlu bolak balik lagi,”lanjutnya.
Begitu juga dengan PKS baru yang ada di desa Sungai Paku, di Pucuk Rantau, Inuman.
" Jika perlu disekitar PKS lama juga dibangun pemukiman relokasi ini,"ujarnya.
Dananya dapat dari APBN, APBD Riau dan APBD Kuansing termasuk dari dana CSR perusahaan.
Selain menjadi solusi ekonomi ujarnya, kehadiran pemukiman relokasi menjadi penjaga tradisi dan budaya Kuansing dikawasan perusahaan yang pasti akan berkembang itu.
" Jangan sampai warga tempatan semakin tertinggal ,"pungkasnya. ( nto )