Foto dokumentasi. ( rls )

17 Orang Bupati Sudah Pernah Memimpin Wilayah Kuansing, Siapa Orangnya

Selasa,08 Agustus 2017 - 01:30:00 WIB
Share Tweet Google + Cetak

TELUK KUANTAN -   Sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) merdeka 17 Agustus 1945 hingga saat ini ternyata sudah 17 orang Bupati memerintah diwilayah Kuantan Singingi ( Kuansing). Baik saat Kuansing menjadi bagian dari kabupaten Indragiri, Indagiri Hulu maupun berdiri sendiri.

 

Tiga tahun sejak proklamasi baru terbentuk kabupaten Indragiri berdasarkan UU Nomor 10 tahun 1948  yang termasuk didalam provinsi Sumatra Tengah dan Diralisi dengan surat keputusan Gubernur Militer Sumatra Tengah pada tanggal 9 November 1948 nomor 10/GM/T.49, kemudian dengan undang-undang nomor 4 tahun 1952 dan undang-undang nomor 12 tahun 1956 dibentuk daerah Otonom dalam Provinsi Sumatra Tengah termasuk Kabupaten  Indragiri.

Dengan UU Nomor 61 tahun 1958 dibentuk Provinsi Riau dengan ibu kota Pekanbaru yang terdiri dari lima dasserah tingkat II masingmasing Kabupaten Kampar, Indrairi, Benkalis, Kabupaten Kepulauan Riau dan Kotamadya Pekanbaru.

Berdasarkan UU Nomor 6 tahun 1965  terjadilah pemekaran Kabupaten Indragiri menjadi dua kabupaten yaitu  kabupaten Indragiri Hilir dengan ibukotanya Tembilahan dan kabupaten Indragiri hulu dengan Ibukotanya Rengat.

Selanjutnya berdasarkan UU Nomor 53 tahun 1999 Kabupaten Indragiri Hulu dipecah lagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Kuantan Singingi yang berkedudukan di Taluk Kuantan dan Kabupaten Indragiri Hulu berkedudukan di Rengat. 

Selamat 72 tahun Kuansing menjadi bagian NKRI tersebut, sebutan penguasa pun beragam mulai orang besar kerjaaan Indragiri, Bupati Militer, Bupati Kepala Daerah ( KDH ) Tingkat II hingga Bupati seperti saat ini.

Lalu siapa mereka. Dua datuk sempat memerintah Indragiri usai merdeka hingga terbentuknya kabupaten Indragiri tahun 1948 dengan sebutan orang Besar Kerajaan Indragiri. Mereka adalah E. Ali Datuk Bendahara yang memerintah sejak tahun 1945 hingga bulan Juni 1947. Kemudian Amir Hamzah bergelar Datuk Tunggal yang berkuasa dari Juni 1947 sampai dengan  bulan Agustus 1948. Walau sebutan orang besar kerajaan Indragiri dalam sejarah mereka disebut sebagai Bupati pertama dan kedua kabupaten Indragiri.

Usai terbentuk kabupaten Indragiri Bupati dipercayakan pada Tulus sekaligus sebagai Bupati ketiga Indragiri yang berkuasa dari bulan Agustus 1948 hingga 5 Januari 1949. 

Selanjutnya periode Bupati Militer yang memimpin. Usai Tulus, Bupati Militer Umar Isman yang memerintah kabupaten Indragiri dari 5 Januari 1949 hingga 2 Februari 1952 sekaligus Bupati   Indragiri keempat. Kepemimpinan Umar Usman sebagai Bupati Militer dilanjutkan Raja Jamin dari 2 Februari 1952 hingga 1 November 1952 dan sekaligus sebagai Bupati Indragiri kelima

Oedin kemudian melanjutkan sebagai Bupati Militer Indragiri dari 1 November 1952 hingga 5 Januari 1955. Era Bupati Militer berakhir sekaligus tercatat selaku Bupati Indragiri keenam.

Bupati Indragiri ketujuh kemudian dijabat Datuk Wan Abdurrahman dari 5 Januari 1955 sampai 1 Oktober 1956. Bupati kedelapan Indragiri dijabat Datuk Achmad dari 1 Oktober 1956 hingga 1 Februari 1958. Usai Achmad Bupati kesembilan Indragiri dijabat Tengku Bey dari 1 Februari 1958 hingga 23 April 1960.

Bupati kesepuluh Indragiri merangkap Bupati Inhu pertama dijabat Masnoer dari 23 April 1960 sampai dengan 26 September 1976. Bupati Kdh Tingkat II kedua Inhu diamanahkan pada Dulharsono dari 26 September 1976 hingga 13 Juni 1984. Bupati Kdh Tingkat II ketiga Inhu dipegang Tata Suparta dari 13 Juni 1984 hingga 13 Juni 1989. Bupati Kdh Tingkat II Inhu keempat dipegang Ruchiyat Saefuddin dafi 13 Juni 1989 hingga 13 Juni 1999.

Setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 53 tahun 1999, Kuantan Singingi berdiri sendiri sebagai kabupaten terpisah dari Indragiri Hulu. Pada tanggal 8 Oktober 1999 ditunjuk Rusdji S. Abrus sebagai pejabat Bupati. Kemudian berdasarkan pemilihan Bupati Kuansing yang dipilih DPRD Kabupaten Kuansing, Rusdji S Abrus sebagai Bupati definitif periode 2001- 2006 sekaligus Bupati Kuansing pertama. Namun selang waktu 2 bulan Rusdji S Abrus meninggal dunia, jabatan Bupati digantikan Wakil Bupati,  Asrul Ja’afar yang kemudian ditetapkan menjadi Bupati Kuantan Singingi hingga 31 Mei 2006 sekaligus Bupati kedua.

Tahun 2016 terpilih Bupati ketiga Kuansing Sukarmis yang memerintah selama dua periode mulai dari 1Juni 2006 hingga 31 Mei 2016. Kepemimpinannya dilanjutkan Bupati Kuansing keempat Mursini dari 1 Juni 2016 sampai 31 Mei 2021. 

" Sejarah ini sekarang sedang Kita data dan validasi ulang agar tetap terjaga. Baik foto, dokumen dan tulisan terkait,"ujar Kasie Akuisisi dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kuansing, Hevi Heri Antoni. ( mad )


Ikuti Kuansing Terkini Melalui Media Sosial


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT