Kehadiran Jalur Inhu, Dulu Sempat “Dibenci’ Sekarang Malah Dinanti

Sabtu,26 Agustus 2022 - 10:16:00 WIB

Tuah Keramat Sialang Soko saat hari final Pacu Jalur Tradisional Tepain Narosa tahun 2022

TELUK KUANTAN –  Hari Kamis ( 25/8 ) selepas Azan Magrib berkumandang, Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Bhayangkara Polsek Peranap Oemar Alat Peranap  resmi menyandang gelar sang juara Pacu Jalur Tradisional Tepian Narosa tahun 2022.

Penabalan gelar selepas Jalur ini diumumkan dewan hakim sebagai pemenang pacu pamungkas melawan Jalur Toduang Biso Rimbo Piako Walikota Pekanbaru dalam ajang final segitiga. Sedangkan rivalnya menyandang gelar pemenang kedua.

Hasil akhir pacu Jalur Tradisional di Tepan Narosa tahun 2019 dan 2022 memang menarik. Jalur-jalur yang diluar prediksi malah berprestasi tinggi. Tahun 2019 muncul Jalur Pahlawan Kuantan Cahayo Kuansing dari desa Muaro Kecamatan Sentao Raya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing ). Memulai debut perdana dan langsung menjadi juara pada iven bergengsi ini.

Tahun 2022 kembali berulang. Tuah  Keramat Sialang Soko yang tidak diprediksi malam mampu membawa Piala Mentri Pariwisata yang bersemayam di Sentajo Raya ke Setako Raya Kecamatan Peranap Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu ).

Awalnya perkiraan pengamat dan pencinta Pacu Jalur memprediksi Jalur Siposan Rimbo, Sang Ratu Helmina, Bintang Emas Cahaya Intan, Palimo Olang Putie, Singa Kuantan, Tunas Muda KONI Kuansing, Langkah Siluman Buayo Danau, Limbago Sati Rantau Kuantan, Singa Ngarai, Rajo Bujang, Sutan Sakti Bakuang Batuah, Lancang Kuning Rantau Kuantan, Untuang Sakato Tuah Nagori dan Dewi Putri Datuk Lintang serta Panah Ombah Sutan Mudo Indragiri yang akan Berjaya.

Keberhasilan Tuah Keramat Sialang Soko sekaligus melepas dahaga pengurus dan pendukung Jalur–Jalur asal Inhu menjadi pemegang mahkota juara digelanggang ini. Prestasi terakhir diukir Jalur asal Inhu saat Tuah Kalajengking Muda Indragiri menjadi juara pada tahun 2015. Tujuh tahun mereka menanti lahirnya juara Pacu Jalur pada Tepian Narosa.

Menelusuri langkah Tuah Keramat Sialang Soko sebelum meraih mahkota juara, bukanlah perjuangan mudah. Pada putaran pertama hari final, Jalur  ini harus menghadapi perlawanan keras dari Jalur Bintang Emas Cahaya Intan PBK sang juara Pacu Jalur Ajang Uji Coba Kecamatan Gunung Toar tahun 2022.

Pada putaran kedua Jalur ini lagi-lagi harus menghadapi Siposan Rimbo Ketua DPRD Kuansing yang juga dijagokan sebagai kandidat juara. Lagi-lagi Tuah Keramat Sialang Soko menang atas Jalur Siposan Rimbo dan memuluskan langkah ke ajang final segitiga.

Hasil undian final segitiga, Tuah Keramat Sialang Soko mendapat undian bay atau menang menunggu. Ia menunggu pemenang hilir antara Jalur Toduang Biso Rimbo Piako dan Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari desa Gumanti Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu. Toduang Biso Rimbo Piako akirnya menang dan menjadi penantang Tuah Keramat Sialang Soko.

Setelah berpacu diterangi lampu pengunjung yang memadati arena Tepian Narosa, Tuah Keramat Sialang Soko dengan posisi jalan sebelah kanan akhirnya mengukir sejarah sebagai salah satu Jalur yang pernah menjadi juara digelanggang ini.

Kemenangan Jalur asal Inhu juara pada tahun 2022  juga menuai banyak ucapan selamat dari warga Kuansing. Memang telah terjadi perubahan cara pandang terhadap Jalur-jalur asal Inhu yang bertandang ke Kuansing mengikuti berbagai iven Pacu Jalur dibanding sebelumnya.

Menurut pemerhati Pacu Jalur, Juprison, dahulu kehadiran Jalur-Jalur asal Inhu dalam tanda kutip sempat ‘dibenci’. Terutama pada era kejayaan Jalur Pandan Baiduri, Garuda Putih dan Pulau Batuah yang merajai Tepian Narosa pada era tahun 1992 sampai dengan 1997. Begitu sulit Jalur asal Kuansing menaklukkan mereka sehingga juara selalu pergi ke Rengat istilah bahasa umum masyarakat waktu itu.

“ Enam tahun Jalur-jalur asal Rengat begitu dulu disebut merajai Tepian Narosa. Dulunya sempat dalam tanda kutip dibenci sekarang malah dinanti-nanti. Jika tidak ada Jalur asal Inhu yang masuk hari final ibarat sayur tanpa garam, kurang seru, kurang menarik dan kurang mendebarkan menanti lahirnya sang juara,”ujarnya.

Jika diingat juga ujarnya kehadiran Jalur-jalur asal Rengat pula yang memberi warna baru dan mengubah pola kesiapan anak pacuan Jalur di Kuansing dengan menjalani latihan sebelum turun gelanggang.

" Akhirnya Jalur dari Kuansing kemudian mampu mengimbangi masa jaya Jalur Pandai Baiduri. Garuda Putih dan Pulau Betua,"bebernya.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir cara pandang terhadap Jalur mereka berubah secara perlahan. Salah satu yang mendorong perubahan itu menurutnya berkat pemberitaan media massa mengedukasi masyarakat agar memandang Pacu Jalur sebagai entitas kebudayaan dan pariwisata yang harus bersifat egaliter dan dikelola dengan profesional agar dapat berkembang lebih besar lagi.

Pemberitaan media massa mengenai tingkat kesulitan mereka membawa Jalur ke Kuansing yang memakan waktu berhari-hari. Ditambah semangat pemacu dan pendukung menginap bersama keluarga selama di Tepian Narosa menurut Juprison membuat  warga Kuansing akhirnya mengapresiasi dan menyadari perjuangan berat dan arti penting kehadiran mereka memeriahkan Pacu Jalur.

" Kehadiran Jalur-jalur asal Inhu pula yang mendorong puluhan ribu warga Inhu ke Kuansing menyemarakkan Tepian Narosa. Ini juga disadari membawa aura Pacu Jalur semakin meriah dan menggema,”katanya.

Ia mengamati perubahan itu terjadi hingga diakar rumput. Contoh saat Jalur-jalur asal Inhu dalam perjalanan ke Tepian Narosa dan gelanggang lainnya, banyak komentar warga Kuansing di Medsos yang sangat positif.

“ Saat mereka singgah dalam perjalanan membawa Jalur untuk  istirihat juga dibantu. Perjalanan mereka dipantau untuk memberi informasi bagi warga Inhu,”ujarnya.

Juprison juga mengamati pandangan Nitizen Inhu pada media sosial juga sangat positf. Sudah semakin minim keluhan mereka atas layanan terhadap Jalur asal Inhu saat berpacu di Kuansing.

Begitu pula saat Jalur-jalur Kuansing berpacu di Inhu juga mendapat apresiasi dari warga disana. Seperti Siposan Rimbo yang pernah hadir di gelanggang pacu jalur Redang, Rengat Barat. Begitu juga saat Marangin Montiak Tuah Lipai menjajal arena pacu di Lirik serta jalur-jalur Kuansing yang berpacu di Batang Peranap.

“ Ini situasi yang positif yang harus dipertahankan dan akan membawa Pacu Jalur akan semakin besar dimasa mendatang,”cetusnya.( isa )

         

Peringkat Juara Pacu Jalur Tradisional Iven Nasional

Tepian Narosa Teluk Kuantan Tahun 2022

1. Jalur Tuah Keramat Sialang Soko Bhayangkara Polsek Peranap Oemar Alat Peranap/Desa Setako Raya/Kec Peranap/ Inhu

2. Toduang Biso Rimbo Piako Wako Pekanbaru/Desa Pebaun Hilir/Kec. Kuantan Mudik/ Inhu

3.Jalur Tuah Keramat Bukit Embun/ Desa Gumanti/ Kec. Peranap/ Inhu

4.Jalur Siposan Rimbo Ketua DPRD Kuansing/Desa Pauh Angit/ Kec. Pangean/ Kuansing

5. Jalur Langkah Siluman Buayo Danau PMRJ Wakapolri/Desa Sitorajo Kari/Kec. Kuantan Tengah/Kuansing

6. Jalur Tunas Muda KONI Kuansing/Kec. Kuantan Tengah/Kuansing

7. Jalur Singa Kuantan/Desa Sungai Pinang/Kec. Hulu Kuantan/Kuansing

8. Jalur Rajo Bujang RAPP Dojeragan Net/Desa Pauh Angit/Kec. Pangean/Kuansing

9. Jalur Bintang Emas Cahaya Intan PBK Kuansiny/Desa Tanjung/Kec. Hulu Kuantan/Kuansing

10. Jalur Putra Sulung Indragiri Kodim Inhu/Desa Alam Kepayang/Rengat Barat/Indagiri Hulu

11. Jalur Singa Ngarai RAPP Djoeragan Net/Desa Padang Tanggung/Kec. Pangean/Kuansing

12. Jalur Ratu Sialang/ Desa Bukit Kauman/Kec. Kuantan Mudik/Kuansing.

13. Jalur Meriam Keramat Ghaje Bujang/Desa Redang/Kec. Rengat Barat/ Indragiri Hulu.

14. Jalur Sijontiak Lawik Pulau Tanamo/ Desa Pulau Jambu/Kec. Cerenti/Kuansing

15.Jalur Kemilau Jingga Batang Kuantan Bharata AAU 2008/ Desa Sawah/ Kec. Kuantan Tengah/ Kuansing

Hadiah Juara Pacu Jalur Tradisional Iven Nasional

Tepian Narosa Teluk Kuantan Tahun 2022

1. Juara I Uang Rp.150 Juta, 2 Ekor Sapi dan Tonggol Juara.

2. Juara II Uang Rp.130 Juta, 1 Ekor Sapi dan Tonggol Juara

3. Juara III Uang Rp.115 Juta dan Tonggol Juara dan Tonggol Juara

4. Juara IV Uang Rp.55 Juta dan Tonggol Juara

5. Juara V Uang Rp.50 Juta dan Tonggol Juara

6. Juara VI Uang Rp.45 Juta dan Tonggol Juara

7. Juara VII Uang Rp.35 Juta dan Tonggol Juara

8. Juara VIIII Uang Rp.25 Juta dan Tonggol Juara

9. Juara IX Uang Rp.17.5 Juta dan Tonggol Juara

10. Juara X Uang Rp.13.5 Juta dan Tonggol Juara

11. Juara XI Uang Rp.7.5 Juta dan Tonggol Juara

12.Juara XII Uang Rp.7.5 Juta dan Tonggol Juara

13.Juara XIII Uang Rp.7.5 Juta dan Tonggol Juara

14.Juara XIV Uang Rp.7.5 Juta dan Tonggol Juara

15.Juara XV Uang Rp.7.5 Juta dan Tonggol Juara