Nestapa Petani, Harga Sawit Turun Harga Pupuk Entah Kapan Turun

Sabtu,07 Mei 2022 - 09:06:00 WIB

Ilustrasi. Fhoto : tempo.co

TELUK KUANTAN - Belum lama petani kelapa sawit bernafas lega dan menikmati harga jual buah kelapa sawit yang tinggi Rp. 3.500 sampai Rp. 4.000 per kilogram.

Namun tiba-tiba harga jual kelapa sawit anjlok dan petani menjerit. Teranyar harga jual kelapa sawit ditingkat petani antara Rp 1.800 hingga Rp. 2.000. Nestapa mereka ditambah dengan melambungnya harga pupuk dipasaran.

" Yang paling berat tu naiknnya harga pupuk,"ujar Iju salah petani sawit di Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, Riau, Sabtu (7/5/22).

Bayangkan katanya harga pupuk Urea isi 50 kilogram sudah diatas Rp.500.000. Harga pupuk TSP dan KCL isi 50 kilogram antara Rp 800.000 sampai Rp 1.000.000.

" Bagi petani kecil apalagi yang kebunnya baru ditanam kondisi ini sangat berat sekali dengan harga pupuk yang tinggi itu,"sebutnya.

Namun yang lebih mencemaskan ujarnya, jika harga sudah naik biasanya susah turun lagi ke harga semula.

" Biasa kan begitu. Harga mudah naik tapi susah turun lagi. Dalam kondisi seperti ini mau tak mau mensiasati dengan pupuk organik dan pupuk alam,"ujarnya.

Sementara itu Rino H salah seorang pengecer pupuk di Teluk Kuantan saat bincang-bincang belum lama ini menyampaikan, kenaikan harga pupuk an organik seperti KCL dan TSP tidak terlepas dari dampak perang Rusia dan Ukraina.

Menurutnya bahan baku pupuk seperti KCL diimpor dari luar termasuk Rusia. Masalahnya kapal-kapal Rusia saat ini banyak yang tidak bisa keluar karena blokade dan sanksi dari sejumlah negara.

Bahan baku KCL yang masuk ke Indonesia saat ini katanya tinggal dari Kanada dalam jumlah terbatas.

" Itu salah satu penyebab naiknya harga pupuk seperti KCL dan TSP. Mudah-mudahan kendala-kendala ini cepat teratasi,"pungkasnya.

Sementara Ketua LSM Permata Kuansing, Junaidi Affandi meminta dalam situasi seperti sekarang ada kebijakan nyata Pemkab Kuansing dalam membantu petani akibat harga jual kelapa sawit dan naiknya harga pupuk yang tinggi.

" Ini saatnya Pemkab Kuansing membantu petani sawit Kita,"ujarnya. ( isa )