Keuangan Menipis, Kegiatan Pemkab Kuansing Terancam Tunda Bayar

Sabtu,28 November 2020 - 12:39:00 WIB

Hendra. Fhoto : Grc

TELUK KUANTAN - Sejumlah kegiatan dalam APBD 2020 Pemkab Kuansing, Riau terancam tunda bayar.

Pemicunya karena stok dan cadangan uang di kas daerah Pemkab Kuansing menipis.

Hal itu dilontarkan oleh Kepala Badan Pengelolaan keuangan dan Aset Daerah ( BPKAD ) Kuansing, Hendra.

" Kondisinya sekarang memang keuangan kita sedang menipis," ujar Kepala BPKAD Kuansing, Hendra saat ditanya kondisi keuangan daerah jelang masuknya akhir tahun 2020, Selasa ( 24/11/2020) dikutip dari riauonline.com.

Karena itu katanya apabila dana perimbangan tidak masuk dan target PAD tidak tercapai, maka kemungkinan akan terjadi tunda bayar pada tahun 2020.

"Kita berharap ini tidak terjadi," katanya.

Terpisah Kepala Bapenda Kuansing, Jafrinaldi mengatakan, seluruh OPD sudah disurati agar bekerja semaksimal mungkin supaya target yang sudah ditetapkan bisa tercapai.

"Masih ada waktu," katanya.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuansing, sejumlah OPD yang masih sangat rendah capaian PAD-nya pertama Dinas Pertanian Kuansing. Dari Rp 2,1 miliar yang ditargetkan baru terealisasi sampai November 2020 sekitar 1,13 persen. Kemudian Dinas Kesehatan dengan target Rp 11,3 miliar baru terealisasi 7,98 persen.

Lalu Dinas Perhubungan dari target Rp 1,050 miliar terealisasi baru 17,27 persen. Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan target Rp 300 juta realisasi 20,53 persen. Sementara Bapenda dari target Rp 29,8 miliar terealisasi 74,10 persen, BPKAD dari Rp 18 miliar baru terealisasi 27,56 persen. RSUD Teluk Kuantan target Rp 22 miliar terealisasi 82,58 persen. Dinas PUPR target Rp 3,7 miliar terealisasi 44,88 persen. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan dan Perindustrian target Rp 979 juta terealisasi 46,57 persen.

Sekretariat Daerah (Setda) target Rp 700 juta terealisasi 5,95 persen. Dinas LIngkungan Hidup target Rp 343 juta terealisasi 52,92 persen. Terakhir  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan target Rp 125 juta terealisasi 38,31 persen. ( ktc/roc)