Salah Satu Strategi Pasangan ASA Gerakkan Ekonomi Yang Lesu Akibat Covid

Selasa,12 Oktober 2020 - 10:43:00 WIB

Silahturahmi pasangan ASA di desa Petai beberapa waktu lalu

TELUK KUANTAN – Calon Bupati Kuansing, Andi Putra menyadari, tahun-tahun kedepan kehidupan ekonomi masyarakat masih akan terdampak berat akibat Pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi lesu disegala bidang.

Karena itu salah satu kiat yang akan dilakukannya bersama Suhadiman Ambi ( ASA ) bila mendapat amanah memimpin Kuansing focus memulihkan ekonomi masyarakat dan menciptakan ketahanan pangan mandiri rumah tangga  melalui program dan tahapan sesuai kemampuan yang ada.

“ Memulihkan ekonomi yang mengembang pada terciptanya peluang kerja salah satu focus dan tugas berat yang harus dihadapi, agar ekonomi merangkak pulih dan stabil seperti sedia kala,”ujarnya.

Ia menyadari RAPBD-2021 sudah disusun, namun setelahnya program-program nyata dan menyentuh untuk pemulihan ekokomi dan penciptaan lapangan kerja menjadi prioritasnya.

“ Kita akan memperbanyak program-program yang menyerap lapangan kerja seperti swa kelola dan padat karya dilapangan. Intinya program-program yang dapat dikerjakan pelaku UKM dan rekanan kecil. Contoh kegiatan pemeliharan saluran irgasi dan jalan diarahkan lebih banyak menggunakan tenaga kerja lokal dan tidak peralatan,”katanya.

“ Jadi lapangan kerja terserap transaksi bahan bangunan dan pendukung seperti konsumsi dipedagang lokal juga bergairah, sehingga juga memutar roda ekonomi. Kalau warga bekerja mereka tetap dapat pendapatan, pedagang kita tetap eksis dan mempertahankan pekerja mereka,”katanya.

Jika minimal dana APBD sebesar 20 Milyar dialokasikan untuk program swakella dan padat karya dengan pagu 100 juta akan ada 200 paket kegiatan yang dapat dilakukan pelaku UKM dan rekana kecil local di Kuansing. Tambahkan saja jika alokasi dananya ditingkatkan.

“ Saya yakin kalau rekanan dan pelaku UKM local yang diberdayakan, tenaga kerja dan pembelian bahan bangunan dan pendukung juga di Kuansing. Jadi uang tidak keluar namun berputar disini menggerakkan ekonomi,”lanjutnya.

Disamping mendesain program mengantisipasi krisis seperti diatas menurutnya untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dari yang sekarang dengan jalan meningkatkan uang masuk ke Kuansing dan peredaran uang dimasyarakat sebanyak-banyaknya.

Strategi yang akan mereka ambil diantaranya dengan mendatangkan orang luar sebanyak-banyak ke Kuansing.

“ Jika banyak yang datang pasti bawa uang dan belanja disini. Usaha seperti penginapan, rumah makan, transportasi, cendera mata dan lainnya juga bergeliat. Usaha-usaha itu akan membutuhkan pasokan bahan Sembako yang ada dari desa seperti sayur mayur, usaha perikanan, peternakan, tanaman holtikulura dan lainnya,”kata Andi Putra.

Usaha bagaimana orang masuk katanya ditempuh melalui melalui program bidang pendidikan, konvensi atau pertemuan. Iven mulai dari agenda  olahraga, kesenian, tradisi, budaya, keagamaan, sosial dan budaya, serta pariwisata.

“ Pendidikan misalnya Kita akan bekerjasama dengan Uniks agar menempati kampus baru. Dengan kampus baru diharapkan minat mahasiswa luar Kuansing datang kuliah kedepan meningkat. Secara kualitas SDM dosen dan pengajar UNIKS cukup memadai karena tinggal kualitas kampus yang memadai untuk membuat mahasiswa dan orang tua serta keluarga mereka bangga dan yakin kuliah disana termasuk dari mahasiswa luar. Saya yakin untuk SDM berkualitas Kuanisng sudah punya nama di Riau sudah ada brand orang Kuansing SDM nya baik  ,”katanya

“ Contoh Unri dan UIR mereka tidak semata berperan sebagai katalisator pengembangan SDM namun juga mengembangkan ekonomi warga Pekanbaru khususnya dikawasan Panam dan Marpoyan. Dampak ekonominya luar biasa bagi warga mulai dari kos-kosan, catering, fhoto copy, warung, tranportasi seperti ojek dan usaha kecil lainnya. Usaha-usaha itu mendorong tumbuhnya usaha lain seperti toko material bangunan, pedagang sembako, usaha lainnya. Jadi efek tergerak cukup banyak,”katanya.

Tidak hanya itu untuk level SLTA bekerjama sama dengan provinsi mengupayakan SLTA yang ada disini menjadi sekolah unggulan dan nantinya dapat terbuka bagi anak-anak di Riau sehingga minat orang tua dan siswa dari daerah lain juga meningkat. Termasuk memberdayakan pondok pesantren.

“ Saya lihat MAN Teluk Kuantan siswanya banyak dari luar. Karena kualitasnya bagus,”katanya.

Upaya melalui pertemuan dan konvensi katanya dengan merebut Kuansing menjadi tuan rumah pertemuan atau ivent baik swasta.Lalu mengagendakan kegiatan olahraga, kesenian, tradisi, budaya, keagamaan, sosial dan budaya, serta pariwisata serta kegiatan hobi secara terencana selama setahun dalam APBD baik tingkat kabupaten dan provinsi atau kawasan.

 “ Misalnya di stadion Sport Centre setiap dua bulan dilaksanakan kegiatan olahraga baik tingkat kabupaten, provinsi atau kawasan ( Sumbar, Riau dan Jambi). Begitu juga di Hal  A dan B setiap dua bulan ada kegiatan budaya, kesenian, pertemuan  atau apapun namanya. Dimesjid kebanggaan Kita mesjid agung juga ditaja kegiatan Islami,’katanya.

Begitu juga dengan kegiatan untuk menyalurkan pegiat hobi juga diberdayakan  dengan bekerjama dengan mereka menggelar kegiatan.

“ Kalau sudah menyangkut hobi orang mau kemana saja. Contoh lomba layang, memancing, berburu, Trabas. Sekali lagi kalau semakin banyak orang datang, mereka pasti berbelanja disini dan memutar roda perekonomian,”katanya.

“ Isu salah satu diantara kiat-kiat yang akan Kita lakukan mengantispasi kelesuan ekonomi sekarang ini. Untuk kecamatan dan desa ada pola khusus juga yang akan Kita rancang menggairakan ekonomi,’katanya.

Menurutnya mereka tidak focus melatih SDM Naker  dan pelaku UKM, namun juga mencetuskan program untuk menggerakkan sektor rill  ( pasar dan ekonomi ) sehingga dengan sendirinya terbuka peluang kerja dan usaha.

Ia yakin kemajuan Kuansing didasari sikap positif melihat asset yang ada dan tidak melulu dari sisi negative.  Aset-aset yang ada tersebut harus dimanfatkan untuk kemajuan daerah disegala bidang.

“ Kalau melihat asset yang ada dari sisi negaif ya tidak akan sudah-sudah. Coba Kita berpikir sebaliknya dengan positif maka aset-aset yang ada dapat manfaatkan untuk kemajuan daerah melalui program-program yang terintegrasi,”katanya.

Sedikit untuk ekonomi desa katanya, mereka akan menerapkan program kemandirian pangan untuk menekan pengeluaran penghasilan warga dan dialihkan untuk investasi keluarga lainnya seperti membuka usaha, pendidikan dan kesehatan keluarga.

“ Lalu diversifikasi pendapatan. Kalau rata-rata dari kelapa sawit dan karet, Kita dorong untuk memanfaatkan lahan mereka untuk usaha perikanan, peternakan, tanaman buah, tanaman sayur, dan usaha lainnya. Seningga melalui program diservikasi ini pendapatan ekonomi rumah tangga tidak tergantung pada satu sektor saja,”katanya.

“ Mari kita berdoa dan berusaha Covid cepat berlalu dan obat penangkalnya dapat dtemukan dengan demikian program yang telah disusun terlaksana  jika diberi amanah warga. Walau pandemi berakhir nantinya ibarat tubuh manusia pasca sakit tentu perlu perawatan dan suplemen agar sembuh total. Program-program diatas sebagai salah satu stimulus ( penggerak) bergerak dan meningkatnya kapasitas ekonomi Kita, ”pungkasnya lebih lanjut. (rls )