RAPBD-P Fokus Untuk penanganan Covid-19

Jumat,25 September 2020 - 07:28:00 WIB

Bupati serahkan draft RAPBD-P 2020

TELUKKUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, pada APBD-P tahun 2020 lebih memfokuskan penggunaan anggaran untuk penanganan Covid - 19.

Langkah ini mengacu kepada Penyusunan Ranperda Perubahan APBD 2020 sesuai program prioritas Nasional dan program priotas Provinsi Riau, serta isu - isu strategis dalam perubahan Renja Pemda Kuansing.

Hal ini dibeberkan Bupati Kuansing, Drs. H. Mursini, M.Si saat membacakan nota pengantar Ranperda APBD-P 2020, dalam sidang Paripurna bersama DPRD Kuansing, Rabu (23/9/2020) malam.

Bupati menyebutkan, adapun regulasi yang menjadi dasar penyusunan APBD-P 2020 adalah Peraturan Menkeu RI nomor 35/PMK.07/2020 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun 2020 dalam rangka penanganan pandemi Covid -19 atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian Nasional.

Yang juga menjadi acuan ujar Bupati Perpres 72 tahun 2020 tentang perubahan atas Perpres 54 tahun 2020 atas perubahan postur dan rincian APBN 2020.

"Maka dari itu, Ranperda APBD-P tetap mengedepankan dan memprioritaskan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Karena Daerah wajib melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta untuk penanganan Covid -19," ujarnya.

APBD-P 2020 Bupati Kuansing, mengajukan sebesar Rp1,48 triliun, dimana terjadi kenaikan senilai Rp. 78,7 miliar dari APBD murni 2020. Strukturnya PAD turun dari Rp101 miliar menjadi Rp. 91 miliar. Kemudian, dana perimbangan naik dari Rp. 998,5 miliar menjadi Rp. 1,06 triliun lebih, bertambah sekitar Rp. 69 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah naik dari Rp. 303 miliar menjadi Rp. 323,6 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp. 20,2 miliar.

"Sehingga, total pendapatan daerah yaitu sebelum perubahan Rp.1,4 triliun menjadi Rp. 1,48 triliun atau bertambah sebesar Rp. 78,7 miliar," jelas Bupati.

Untuk belanja tidak langsung, lanjut Bupati Mursini, sebelum perubahan sebesar Rp. 913 miliar menjadi Rp. 979,1 miliar, bertambah sebesar Rp. 66 miliar. Belanja langsung sebelum perubahan sebesar Rp. 502 miliar menjadi Rp. 511 miliar.

"Pembiayaan daerah Silpa sebelumnya Rp. 12 miliar menjadi Rp. 25,2 miliar, bertambah Rp. 13 miliar," pungkas Bupati.( rls )