Sempat Hilang 1Jam, Bocah Ditemukan Meninggal Mengapung Disawah

Kamis,12 Desember 2019 - 11:15:00 WIB

Pemakaman korban

 

TELUK KUANTAN – Duka lara menyelimuti keluarga Loka Ria Putra dan istri tercinta Neni Triana warga desa Talobtam Benai, Kuansing, Riau. Putera mereka Irzan Putra Loka meninggal tenggelam dalam areal persawahan. Curah hujan yang tinggi membuat dbeit air cukup tinggi termasuk disekitar areal rumah mereka. Perasaan duka cita juga diunggah warga Kuansing dimedia sosial untuk mengekspresikan kesedihan mereka atas kejadian ini.

Korban yang tinggal di Dusun Kayu Batu Desa Talontam Kecamatan Benai ditemukan meninggal dalam posisi terapung di sawah belakang rumah korban, Kamis (12/12/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

"Jadi jasad korban ditemukan sekitar 10 meter dari rumah. Di belakang rumah korban itu sawah. Banjir, maka kedalaman air di sawah sekitar 1 meter," kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto melalui Kapolsek Benai Iptu Dadan Wardan kepada wartawan.

Masih kata Kapolsek, menurut keterangan sejumlah saksi, Kamis (12/12) sekira pukul 10.00 WIB Ibu Korban Neni Triana sedang memasak di dapur sedangkan korban sedang bermain di dalam rumah.

Sementara katan Kapolsek, ayah korban Loka Ria Putra sedangkan pergi ke warung yang tidak jauh dari rumahnya. Tidak berapa lama, korban tidak ada lagi bermain didalam rumahnya.

"Ibunya menduga korban mengikuti bapaknya di warung," katanya.

Perasaan tidak enak, katanya, ibu korban langsung menyusul suaminya di warung, namun anaknya tidak ada ditemukan. Selanjutnya kedua orang tua korban langsung mencari korban yang tidak nampak lagi.

"Sekitar satu jam kemudian, barulah ibu korban menemukan korban terapung dalam keadaan meninggal di air sawah," katanya.

Memastikan kondisi anaknya tersebut lanjutnya, korban dibawa ke Klinik Dokter Armen. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Klinik Dokter Armen dinyatakan korban sudah meninggal dunia.

"Tubuh korban tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan. Pihak keluarga sepakat bahwa korban meninggal karena tenggelam. Korban akan langsung dikebumikan," ungkapnya.

Tambah Kapolsek dari keteramgan saksi bernama Andiak, sekira jam 10.45 Wib saksi mendengar suara jeritan minta tolong dari ibu korban. Kemudian saksi mengecek dan menemukan ibu korban menangis sambil minta tolong karena anak nya hilang.

" kemudian saksi bersama-sama warga lainnya mencari disekitar rumah dan saksk bersama warga melihat orban telah terapung di sawah belakang rumah korban,"ujar Kapolsek..

Sementara itu Kepala Desa Talontam, Raja Helpi Alponso membenarkan kejadian tersebut. Menurut Helpi, dari informasi masyarakat, Irzan diduga terpeleset dan masuk ke dalam sawah yang dipenuhi air.

"Berkemungkinan korban mencari ayahnya kebelakang rumah. Mungkin terpeleset, sehingga korban jatuh ke dalam sawah," ujar Helpi.

Helpi membeberkan, saat itu, ayah korban sedang berbelanja ke warung yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah pulang, ia tidak melihat anaknya berada dirumah. Kedua suami isteri ini panik dan mencoba mencari di sekeliling rumah.

Setelah lebih satu jam mencari, barulah keluarga menemukan korban di sawah belakang rumahnya dengan kondisi sudah terapung. Kemudian untuk memastikan kondisinya, korban dibawa ke Dr Armen. ( rls/isa )