Warga: Ntah Pak SBY Pembawa Berkah, yang Jelas Hujan Turun

Sabtu,15 Maret 2014 - 10:33:00 WIB

ilustrasi. ( grc )

PEKANBARU - Terpancar dari wajah mereka kegembiraan yang luar biasa. Hujan yang ditunggu-tunggu akhirnya turun juga. Bumi mereka basah, meski tidak berlangsung lama. Hampir setiap mereka mengucapkan rasa syukur yang teramat dalam.


Biasanya seluruh rumah seperti tidak berpenghuni. Karena penunggunya sengaja menutup rapat pintu dan jendela rumah agar meminimalkan udara yang tidak sehat masuk ke dalam rumah.


Tetapi ketika hujan turun pada Sabtu (15/3/2014) hari ini, mereka seperti sudah mulai 'membuka diri' dengan membuka pintu rumah. Mereka 'sibuk' mengucapkan rasa syukur atas rezeki hujan yang turun.


"Kami sangat bersyukur atas hujan yang turun ini, apakah memang rezeki yang dibawa Pak SBY atau apa, yang jelas kami bersyukur," kata Nurbaiti, salah satu warga di Jalan Cipta Karya, Panam, Pekanbaru, Riau.


Karena diakuinya, sejak kabut asap yang semakin tebal di Kota Pekanbaru, jangankan anak-anak, para orang tua saja sudah jarang terlihat berkeliaran di luar rumah. "Ini baru bisa duduk di luar rumah, anak-anak juga senang nampaknya," sambung ibu dua anak ini.


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah dalam perjalanan dari Jawa Tengah menuju Pekanbaru. Kalau tidak ada kendala, Presiden akan mendarat sekitar pukul 13.30 WIB di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau.


Hal senada juga diungkapkan Anto. Pekerja bangunan ini berhenti bekerja saat hujan turun. Dirinya bersyukur bukan karena bisa berisitirahat kerja, namun karena bumi yang dia pijak saat ini tengah diguyur hujan.


"Ya senanglah. Sudah tiga bulan tak merasakan hujan, kali ini turun, ya senanglah. Mudah-mudahan hujan ini bisa membersihkan udara yang tidak sehat yang kita hirup selama beberapa hari ini," harap Anto.


Kedatangan Presiden merupakan sebagai tindak lanjut terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang dialami Riau sejak beberapa bulan terakhir.( sumber : goriau.com )