Program Diversifikasi Pangan Belum Membudaya di Masyarakat Kuansing

Senin,17 November 2013 - 06:22:00 WIB

Makanan sampingan. ( ktc )

TELUK KUANTAN - Program diversifikasi pangan atau membudakan makanan sampingan disamping makanan pokok beras dalam rangka mengurangi ketergantungan pada beras belum membudaya ditengah-tengah masyarakat Kuansing.                                        
Hal dikatakan Kadis Tanaman Pangan Kuansing, Ir H Maisir melalui Kabid Produksi, Annida, SP diruang kerjanya, Jumat ( 15/11/2013 ).
" Warga Kita masih sulit meninggalkan nasi sebagai makanan  pokok, tak lengkap kalau belum dapat nasi dalam sehari,"ujar Anida.                             
Memang sumber pangan sampingan ujarnya seperti ubi, jagung dan yang lain telah dikonsumsi warga masyarakat, namun itu hanya sampingan. " Walau makan ubi dan jagung tetapi akhirnya tetap makan nasi,"ujarnya.             
Walaupun program diversifikasi pangan terus digalakkan namun belum akan maksimal dalam waktu dekat. Buktinya tingkat konsumsi beras warga Kuansing masih sekitar 114 kilogram per tahun per individu. Karena itu dari jumlah penduduk yang ada, Kuansing masih kekurangan beras sebanyak 1o ribu ton pertahun.
Program diversifikasi  pangan ini ujarnya sebenarnya sangat bagus dalam rangka mengurangi ketergantungan kepada beras ditengah menipisnya areal persawahan dan penambahan jumlah penduduk setiap tahun nya.                                                 
Namun demikian ujarnya, Dinas Tanaman Pangan Kuansing akan terus menggalakkan program diversifikasi  pangan ditengah-tengah masyarakat. " Kedepan diharapkan semakin membudaya ditengah-tengah masyarakat,"ujarnya.                      
Mengingat program diversifikasi pangan belum berjalan maksimal Distan Kuansing terus meningkatkan produksi beras baik melalui program ekstensifikasi lahan dan intensifikasi lahan.             
" Produksi beras juga Kita tingkatkan melalui program IP 200, bahkan sekarang musim tanam kembali dilakukan masyarakat,"ujar Anida.                    
Dirinya berharap program tanam dua kali setahun semakin meluas, dengan demikian produksi beras semakin banyak. ( ultra sandi )