TELUK KUANTAN - Pembangunan gedung balai adat Cerenti yang dimulai tahun 2012 dari dana APBD Riau masih terbengkalai sampai kini. Pemprov Riau diminta menuntaskan karena dinantikan warga disana.
Niat baik Pemprov Riau membangun Balai Adat Cerenti sangat disyukuri para datuk empat suku didaerah tersebut masing-masing Suku Melayu, Suku Paliang Soni, Suku Paliang Lowe dan Suku Patopang. Sebab tadinya para datuk bersyukur dan berterima kasih pada Pemprov Riau bakal mendapatkan bangunan balai adat baru yang representatif dan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Cerenti.
" Namun sayangnya pembangunan yang telah berjalan dua tahun anggaran 2012-2013 terhenti. Bangunan mangkrak dan bahkan tak ada progres sama sekali sampai saat ini,"kata anggota DPRD Riau Dapil Inhu-Kuansing, Mardianto Manan, Kamis (25/6/2021).
Mardianto mendapati masalah ini usai reses dengan warga di Cerenti dan bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Cerenti beberapa waktu lalu.
Dirinya risih melihat bangunan pemerintah yang dianggarkan secara resmi melalui APBD provinsi Riau 2012 berakhir mangkrak dan terbengkalai bangunannya dengan realisasi fisik lebih kurang 50 persen.
" Sampai saat ini jadi bangkai bangkai besi dan bata yang sedang mengalami kehancuran, bagaimana peran Pemprov saat itu. Sebagai anggota DPRD provinsi Riau Komisi IV akan mencoba mengkomunikasikan dengan Dinas PUPR Provinsi Riau, apa yang menjadi kendala dan apa sebab bangunan tak selesai,"ujarnya.
" Apakah sudah diopname dan sudah audit bangunan ini, karena ini uang rakyat Cerenti kuansing khususnya dan Riau umumnya, wajib dipertanyakan, karena ini adalah uang yang bersumber dari Kita semuanya. Maka dari itu Saya akan coba kontak PUPR via kabid Ciipta Karya dulu, mudahan mereka sudah ada jawabannya akan bangunan ini,"katanya lebih lanjut.
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Cerenti, Rustam Effendi kepada Mardianto. Ia sangat menyayangkan ada bangunan megah terbengkalai di tengah kota Cerenti.
" Malu Kita sama orang luar ada bangunan yang bakal jadi simbol adat Kami di Cerenti terbengkalai tanpa ada perhatian serius sampai saat ini. Maka dari itu Saya minta sama pak Mardianto Manan mohon bantuannya mengurai persolan apa yang terjadi saat itu dan saat ini,"katanya.
Sebab katanya bangunan ini sangat berguna bagi para Datuk di Cerenti.
" Disini akan menjadi tempat mengurai persoalan persoalan yang banyak terjadi di Kuansing saat ini, khususnya di Cerenti ini,"katanya.
Begitu juga kata tokoh pemuda Cerenti di Pekanbaru masing-masing Asnaldi dan Marhen.
Mereka mendukung upaya Mardianto Manan mengusut persoalan ini. Mereka berdua berharap banyak pada Mardianto Manan mengusut kasus bangunan ini karena berharap bangunan ini selesai nantinya.( rls )