BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menyambut baik hasil sidang Dewan Ketahanan Pangan yang di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat tiga hari lalu.
Pemerintah berkomitmen menjadikan Kuansing sebagai daerah sentra buah-buahan. Ini dapat dilihat saat ini, di sejumlah desa di Kuansing sudah dimulai ditanami dengan berbagai macam buah-buahan.
"Seperti di Desa Pulau Kopung, Kecamatan Sentajo Raya, saat ini telah mampu menjadi sentra buah jeruk. Daerah ini telah mampu menghasilkan sedikitnya 7 ton buah jeruk setiap minggunya," terang Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Maisir, di sela mengikuti Sidang Ketahanan Pangan di Hotel Horisson, Bandung, Kamis.
Dikatakan Maisir, selain Desa Pulau Kopung, sejumlah desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang juga telah disiapkan menjadi sentra buah saus. Saat ini pihaknya tengah menyiapkan kawasan lain menjadi sentra buah, seperti buah durian, manggis, jambu bol dan buah lainnya yang bisa dikembangkan di Kuansing.
Terkait pelaksanaan Sidang Ketahanan Pangan, menurut Maisir, masing-masing daerah berkomitmen meningkatkan hasil produksi pertanian. "Bagaimana Pemkab memberikan keberpihakan terhadap sektor pertanian. Kemudian juga, bagaimana agar tidak terjadi lagi penyempitan lahan pertanian pangan, karena dari data saat ini di Kementan ternyata 1 hektar lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan 33 orang. Sementara di negara lain seperti Amerika, 1 hektar lahan itu untuk kebutuhan 1 orang penduduk," terang Maisir.
Dengan adanya keanekaragaman pangan di Kuansing, lanjut Maisir, tentunya tidak tertumpu pada beras semata, karena kebutuhan beras per kapita penduduk Indonesia mencapai 114 kg/tahun. "Harusnya bisa tidak sebanyak itu, jika ada keanekaragaman makanan," ungkapnya.
Sementara Bupati Kuansing Sukarmis, menyambut baik keputusan Dewan Ketahanan Pangan wilayah barat ini. Menurut Sukarmis, data yang diungkapkan peserta pada sidang kemarin akurat dan harus menjadi perhatian semua pihak. ( idi susinto )