TELUK KUANTAN - Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) akan membangun ulang jembatan baru pengganti jembatan gantung Bukit Kauman, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuansing Riau yang rusak berat dihantam banjir, 3 Januari 2024 lalu.
" x dari Balai Pelaksanaan Jalan Riau iya, mereka akan bangun jembatan gantung,"kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Riau, Faisal, Selasa (3/2/26).

Kondisi jembatan pasca dihantam banjir
Keterangan dari pihak BPJN Riau yang merupakan perwakilan Kementrian PUPR di daerah, kegiatan pembangunannya sudah masuk dalam agenda mereka tahun 2026.
Namun Faisal tidak dapat memastikan bulan berapa pembangunannya dimulai.
" Alhamdulillah Kita bersyukur jembatan yang penting untuk akses warga disekitar yang dipisah sungai Kuantan akan kembali lancar,"kata Faisal.
Dari keterangan BPJN, lanjut Faisal, jembatan baru itu akan berbeda posisinya dari jembatan lama yang rusak.
" Akan berada di wilayah desa Kinali namun tidak jauh dari desa Bukit Kauman. Sebelah hilir dari lokasi bangunan mesin pompa air desa Kinali,"katanya.
Penetapan lokasi baru katanya tidak terlepas dari pertimbangan teknis. Dari hasil uji ketahanan tanah oleh tim Kementrian PUPR lokasi lama tanahnya agak labil alias tidak stabil. Sementara dilokasi baru tingkat lebih baik.
" Jadi untuk menghindari kerusakan yang sama, lokasi digeser namun tidak jauh dari lokasi sebelumnya,"tukas Faisal.
Pada lokasi baru terangnya panjang jembatan lebih pendek dari jembatan lama. Panjang jembatan dilokasi lama sekitar 120 meter sedangkan dilokasi baru kurang dari 100 meter.
" Hanya saja pada lokasi baru perlu penataan jalan nantinya tidak terimbas banjir,"pungkasnya.
Sementara Kadis PUPR Kuansing, Ade Fahrer Arif menambahkan, informasi dari pihak BPJN Riau rangka besi jembatan gantung telah dibeli.
“ Satu set rangka jembatan gantung telah dibeli. Tinggal pelaksanaan pembangunan dilapangan lagi. Kapan mulai tergantung mereka. Kita siap memfasilitasi agar berjalan lancar,”katanya.
Sementara warga disana sudah lama menantikan kembali jembatan ini. Sebab sangat penting menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan sosial.
Setelah hancur warga harus memutar jauh dan menggunakan perahu untuk saling menyeberang. ( ms )