TELUKKUANTAN - Generasi muda Kuantan Singingi ( Kuansing), Riau, masih memfokuskan diri dan mengincar bekerja dipemerintahan.
Padahal kata tokoh muda Kuansing, Andi Nurbai, perputaran uang pada sektor swasta di Kuansing dapat mencapai lebih kurang Rp 80 triliun dalam setahun. Penyumbang terbesar berasal sektor perkebunan kelapa sawit.
Ia merinci saat ini ada 35 pabrik kelapa sawit ( PKS ). Dalam sehari setiap PKS membeli 1500 ton buah kelapa sawit.
" Jika rata-rata 35 PKS membeli 1500 ton perhari kali 1000 kg kali 365 hari x harga jual Rp 3.000, jumlanya Rp 54,5 Triliun. Itu baru dari jual beli buah kelapa sawit. Belum lagi dari jual beli CPO, cangkang, minyak kotor ( Miko) dan turunan lain dari PKS,"ungkapnya.
" Saya prediksi dari kegiatan usaha kelapa sawit mulai dari hulu hingga hilir setahun ada Rp 65 triliun. Karena masih ada kegiatan jual beli bibit, racun, pupuk dan alat perkebunan kelapa sawit lainnya, sewa alat berat land clearing dan replanting, angkutan buah dan CPO,"sambung mantan Ketua Komisi B DPRD Kuansing ini.
Diluar perkebunan kelapa sawit potensi ekonomi sektor swasta berasal dari hutan tanaman industri ( HTI), karet, batu bara, emas dan sektor mineral lainnya serta sektor jasa.
" Artinya jika dibandingkan potensi ekonomi swasta dan pemerintah terjadi perbedaaan sangat besar. Sektor swasta lebih kurang Rp 80 triliun sedangkan APBD hanya Rp 1,5 Triliun,"ujarnya.
Untuk itu Andi Nurbai menyarankan memasuki tahun 2026 generasi muda Kuansing berani dan jeli melihat serta masuk dalam sektor bisnis yang ada.
" Karena potensinya sangat besar membangun usaha dari potensi yang asa yang memperbaiki kehidupan keluarga dan membantu menciptakan lapangan kerja,"pinta Ketua Himpunan Petani Sawit Kuantan Singingi ini.
Jika generasi muda Kuansing jeli memanfaatkan peluang mereka dapat menjadi pengusaha besar seperti orang Sumut, Sumbar, Bugis dan lain-lain. ( nto )