TELUK KUANTAN - Ahli tata kota dan perencanaan wilayah Riau, Dr Mardianto Manan, MT menyarankan bangunan dalam kawasan pariwisata pacu jalur mengedepankan nuansa lokal.
Hal itu dikatakan Mardianto Manan menyikapi rencana pembangunan kawasan pariwisata pacu jalur yang telah lama dinanti.
Ambil contoh kata Dosen UIR Pekanbaru, Yogyakarta dan Bali. Jika berkunjung kepada dua daerah itu akan terasa nuansa etnik lokal yang kuat pada bangunan-bangunan disana termasuk dikawasan pariwisata. Itu yang menjadi daya tarik.
" Karena orang melihat budaya yang berbeda,"ujar anak jati Pangean ini.
“ Kuansing kan punya bentuk bangunan adat yang khas juga,”lanjutnya.
Selain kawasan pariwisata pacu jalur, Pangean sendiri juga punya potensi objek wisata yang bagus namun belum dikelola.
" Seperti waduk yang luas, pantai rai rai jaoo dan situs atau mesjid tua,"ujarnya.
Ia yakin jika ditata akan memajukan pariwisata dan mendatangkan peluang usaha dan peluang kerja.
Diusulkan ke Bappenas
Sementara realisasi pembangunan kawasan pariwisata pacu jalur semakin mendekati kenyataan.
Bupati dan kepala OPD terkait telah mengusulkan usulan ke Bappenas di Jakarta.
"" Tindak lanjut pembangunan kawasan pariwisata pacu jalur, Bupati langsung menindaklanjuti ke Bappenas,"kata Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kuansing, Ade Fahrer Arif, Rabu ( 1/10/25).
Kemungkinan katanya pembangunannya akan menerapkan pola sharing budget. Jadi dibangun dengan dana APBN, APBD Riau dan APBD kabupaten.
" Insya Allah pusat akan mengalokasikan, begitu juga provinsi. Mohon doa masyarakat,"ujarnya.( jb )